
5 Mei 2026 | Berita
Guru Besar Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Prof. Dr. Agus Sardjono, SH., MH menegaskan bahwa keberadaan PKS tanpa kebun tidak bertentangan dengan prinsip hukum persaingan usaha di Indonesia.

5 Mei 2026 | Berita
“Sehingga dalam hal ini dengan adanya PKS tanpa kebun menjadi solusi bagi petani yang memiliki kebun jauh dari pabrik. Tidak hanya itu, dengan adanya PKS tanpa kebun maka bisa menghemat biaya pengiriman bagi petani yang lokasinya jauh dari pabrik yang sudah ada,” kata Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung

5 Mei 2026 | Berita
Mulai 1 Juni tahun ini, sebanyak 19 pabrik berlisensi di Negeri Jiran akan memproduksi biodiesel B15 sebagai tahap awal implementasi program yang ditujukan untuk menekan harga diesel di seluruh negeri sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

5 Mei 2026 | Harga TBS
Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau resmi merilis harga tandan buah segar (TBS) kemitraan swadaya untuk periode 6–12 Mei 2026, dengan tren kenaikan meski tidak signifikan.

5 Mei 2026 | Berita
Berbagai langkah terus dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong peremajaan sawit rakyat (PSR). Hal ini penting mengingat dengan melakukan PSR maka diharapkan bisa meningkatkan produksi sawit nasional seiring meningkatnya kebutuhan crude palm oil (CPO) baik didalam dan luar negeri.
5 Mei 2026Berita
5 Mei 2026Harga TBS
4 Mei 2026Berita
4 Mei 2026Harga TBS


4 Mei 2026 | Berita
Menurut mereka, PKS tanpa kebun membuka ruang persaingan yang lebih sehat dalam tata niaga sawit. Dengan adanya lebih banyak pilihan pabrik, petani tidak hanya bergantung pada perusahaan tertentu, sehingga harga TBS dapat lebih kompetitif dan adil.

4 Mei 2026 | Berita
Guru Besar Ekonomi Universitas Riau, Prof. Dr. Almasdi Syahza, menyatakan bahwa tekanan global terhadap sawit bukanlah ancaman utama, melainkan bagian dari dinamika persaingan dalam ekonomi internasional.

4 Mei 2026 | Berita
“Selama kurang lebih 18 hingga 20 tahun bermitra dengan perusahaan, masyarakat merasa dirugikan karena hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Selain itu, muncul persoalan lahan yang masuk dalam kawasan hutan serta konflik dengan pihak perusahaan dan koperasi,” ujar Dahlan.

4 Mei 2026 | Berita
Fenomena ini terjadi karena kegiatan pengolahan hasil pertanian membutuhkan investasi besar, teknologi, serta skala produksi yang tinggi agar dapat beroperasi secara efisien. Dengan kapasitas yang besar, perusahaan pengolah mampu menekan biaya per unit (economies of scale), sehingga secara alami hanya pelaku usaha bermodal kuat yang mampu bertahan di sisi hilir.

4 Mei 2026 | Berita
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng bahwa nilai ekspor dari Januari - Maret 2026 tercatat mencapai sebesar USD 931,49 juta atau naik atau naik 7,03% jika dibanding periode yang sama pada tahun 2025 yakni sebesar USD 870,30 juta.
3 Mei 2026Berita
3 Mei 2026Berita
2 Mei 2026Berita
2 Mei 2026Berita
