KONSULTASI
Logo

GAPKI: Peremajaan Sawit Rakyat Jadi Kunci Tingkatkan Produksi Tanpa Buka Lahan Baru

16 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
GAPKI: Peremajaan Sawit Rakyat Jadi Kunci Tingkatkan Produksi Tanpa Buka Lahan Baru

sawitsetara.co – JAKARTA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendorong percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit milik petani. Langkah ini dinilai penting untuk mengoptimalkan produksi tanpa harus membuka lahan baru.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan, peremajaan menjadi tahap awal sebelum petani meningkatkan produktivitas melalui perawatan dan pemupukan. Tanaman sawit yang sudah tua perlu diganti karena tidak lagi merespons pemeliharaan secara optimal.

“PSR harus dilakukan terlebih dahulu sebelum meningkatkan produktivitas, misalnya melalui perawatan dan pemupukan yang baik,” ujar Eddy kepada KONTAN, Kamis (15/10/2026).

Program PSR mendapat dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebesar Rp 60 juta per hektare. Bantuan tersebut diberikan dengan batas maksimal empat hektare per kepala keluarga.

Selain peremajaan, GAPKI mendorong peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan serangga penyerbuk dan sumber daya genetik dari Tanzania. Upaya ini diharapkan membantu meningkatkan hasil produksi kebun sawit yang sudah ada.

edy

Eddy menilai, peningkatan produktivitas menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan minyak sawit bagi sektor pangan, energi, dan ekspor tanpa terus memperluas perkebunan. GAPKI menargetkan produktivitas hingga rata-rata enam ton minyak per hektare per tahun.

“Kalau produktivitas bisa meningkat sampai rata-rata enam ton minyak per hektare per tahun, tidak diperlukan lagi pembukaan lahan baru untuk kebutuhan energi, pangan, dan ekspor,” kata Eddy.

Menurut dia, optimalisasi kebun melalui intensifikasi juga dapat menekan risiko deforestasi. Strategi tersebut mengutamakan peningkatan hasil dari lahan yang telah tersedia, bukan ekspansi perkebunan ke kawasan baru.

“Kalau peningkatan produktivitas melalui intensifikasi, tidak ada pembukaan lahan baru sehingga tidak ada deforestasi,” ujar Eddy.

edy

Dorongan percepatan PSR sejalan dengan upaya pemerintah memperluas investasi dan meningkatkan produktivitas pekebun rakyat. Sebelumnya, Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta investasi swasta di sektor kelapa sawit tidak hanya berfokus pada perkebunan skala besar, tetapi juga menjangkau petani.

Pekebun rakyat mengelola sekitar 41 persen dari total 16,8 juta hektare perkebunan sawit nasional. Besarnya porsi tersebut membuat peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan industri sawit Indonesia.

Melalui percepatan peremajaan, perbaikan perawatan, pemupukan, serta pemanfaatan teknologi biologis dan sumber daya genetik, produktivitas kebun rakyat diharapkan meningkat. Dengan demikian, optimalisasi lahan yang sudah ada dapat menjadi strategi untuk memenuhi kebutuhan sawit nasional sekaligus mengurangi tekanan untuk membuka lahan baru.

Tags:

Berita Sawitperemajaan sawit rakyatPSR

Berita Sebelumnya
Masih Berstatus Siswa, David Chung Kembangkan Biochar dari Limbah Sawit

Masih Berstatus Siswa, David Chung Kembangkan Biochar dari Limbah Sawit

Limbah perkebunan kelapa sawit mulai dimanfaatkan sebagai bahan baku biochar melalui inisiatif IndoChar. Program yang digagas David Nathaniel Chung, siswa Jakarta Intercultural School (JIS), itu menggandeng petani sawit swadaya di Lampung untuk mengolah pelepah daun dan tandan kosong kelapa sawit.

15 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *