KONSULTASI
Logo

Unri Perluas Kolaborasi Riset, Gandeng BRIN hingga PTPN IV

12 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Unri Perluas Kolaborasi Riset, Gandeng BRIN hingga PTPN IV

sawitsetara.co - PEKANBARU — Universitas Riau (Unri) memperkuat posisi sebagai pusat riset dan inovasi dengan memperluas kolaborasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Ruang Kunto Darussalam, Gedung Rektorat Unri, Selasa (11/8/2026).

Penandatanganan dilakukan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Unri Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil dan Kepala Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur BRIN Dr Ir Hens Saputra MEng IPU, bersama perwakilan PTPN IV dan ITB. Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti SE MSi menyaksikan penandatanganan tersebut.

Sri Indarti mengatakan kolaborasi lintas institusi diperlukan untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan diterjemahkan menjadi program riset yang memberikan manfaat bagi akademisi, industri, dan masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi Universitas Riau untuk memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkuat kapasitas riset dan inovasi,” ujar Sri Indarti.

DPP

Menurut dia, pertemuan antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri dapat membuka ruang lebih besar bagi pengembangan riset terapan. Hasil penelitian juga diharapkan tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan.

Kepala Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur BRIN Hens Saputra mengatakan kerja sama tersebut mempertemukan berbagai kekuatan yang dimiliki masing-masing institusi. Di antaranya sumber daya manusia, fasilitas penelitian, serta kemampuan pengembangan teknologi.

Hens menilai Unri memiliki posisi strategis dalam kolaborasi itu karena memiliki rekam jejak riset yang kuat, terutama di bidang teknologi dan komoditas sawit.

“Kolaborasi dengan Unri penting mengingat Unri sangat erat kaitannya dengan teknologi sawit dan riset-riset tentang sawit. Sinergi ini semakin penting agar hasil riset dapat dikembangkan lebih lanjut dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun industri,” katanya.

Kolaborasi Unri, BRIN, PTPN IV, dan ITB selanjutnya diharapkan menjadi pijakan untuk menghasilkan riset yang lebih aplikatif. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, lembaga penelitian, dan industri, khususnya dalam mendorong pemanfaatan hasil riset menjadi inovasi yang bernilai tambah.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Riau Turun Rp61,75/Kg, Umur 9 Tahun Jadi Rp3.874,89

Harga TBS Riau Turun Rp61,75/Kg, Umur 9 Tahun Jadi Rp3.874,89

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan pada periode 12–18 Agustus 2026. Berdasarkan penetapan harga TBS kemitraan swadaya No. 29, harga TBS untuk tanaman umur 9 tahun turun Rp61,75 per kilogram menjadi Rp3.874,89 per kilogram.

11 Agustus 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *