KONSULTASI
Logo

APKASINDO Gandeng Universitas Riau dan Universitas Abdurrab Bangun Jalan Perkebunan Petani Sawit

29 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
APKASINDO Gandeng Universitas Riau dan Universitas Abdurrab Bangun Jalan Perkebunan Petani Sawit

sawitsetara.co - PEKANBARU — Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau menggandeng Fakultas Teknik Universitas Riau (FT UR) dan Fakultas Teknik Universitas Abdurrab untuk menyiapkan pembangunan akses jalan perkebunan petani sawit di Kelompok Tani Kurnia Mamugo Lestari.

Kolaborasi tersebut diawali dengan kunjungan APKASINDO yang dipimpin Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, ke FT UR pada Mei 2026 lalu. Kerja sama ini dalam bentuk survey, investigasi dan desain (SID) akses jalan perkebunan tersebut oleh pihak FT UR dan FT Abdurrab.

Kini, SID tersebut telah dirampungkan oleh pihak kampus dan diserahkan kepada APKASINDO dalam agenda Serah Terima Dokumen SID (Survey, Investigasi dan Desain) Sarpras Jalan Kelompok Tani Kurnia Mamugo Lestari Bersama Fakultas Teknik UR, Fakultas Teknik Abdurrab dan APKASINDO Riau, di Fakultas Teknik UR, Pekanbaru, Selasa (29/9/2026).

apkasindo

Dokumen SID menjadi dasar teknis untuk rencana pembangunan jalan sepanjang kurang lebih empat kilometer. Penyusunannya meliputi survei lapangan, pengukuran, investigasi kondisi tanah, desain teknis hingga rencana anggaran biaya (RAB).

Ketua Tim SID, Prof. Ari Sandia Fitri, mengatakan kondisi tanah lunak di lokasi menjadi salah satu tantangan utama dalam perencanaan konstruksi. Menurut Ari, tim melakukan empat pekerjaan utama dalam penyusunan SID.

“Pertama, pengukuran vertikal menggunakan total station. Kedua, pengukuran dengan perangkat GPS. Ketiga, investigasi kondisi tanah. Keempat, penyusunan desain teknis dan RAB,” katanya.

Penyusunan dokumen berlangsung sekitar empat hingga lima bulan. Tim juga mengambil data di sejumlah titik lapangan untuk memastikan rancangan yang dibuat sesuai dengan kondisi aktual di lokasi.

Dokumen yang diserahkan telah dilengkapi dengan kebutuhan teknis pembangunan. Ari mengatakan dokumen tersebut dapat menjadi acuan bagi konsultan maupun kontraktor apabila pembangunan fisik jalan dilanjutkan.

apkasindo

Dekan FT UR, Prof. Ahmad Fadli S.T., M.T., PhD, mengatakan kerja sama tersebut tidak berhenti pada penyusunan dokumen SID. Menurut dia, kolaborasi dengan APKASINDO dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

"Ini bukan berhenti sampai di sini. Ini adalah awal. Saya berharap kegiatan-kegiatan lain ke depan bisa lebih banyak lagi," kata Ahmad.

Ia mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dalam proyek tersebut sejalan dengan konsep kampus berdampak. Pengetahuan dan keahlian akademik, kata dia, diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih langsung bagi masyarakat.

Ahmad juga mengapresiasi APKASINDO yang memberikan kepercayaan kepada perguruan tinggi untuk terlibat dalam penyusunan perencanaan teknis jalan perkebunan tersebut.

apkasindo

Dari sisi petani, pembangunan akses jalan menjadi kebutuhan penting, terutama bagi petani swadaya. Head of International Relation DPP APKASINDO, Dr. Djono A. Burhan, mengatakan kondisi infrastruktur jalan berpengaruh terhadap biaya dan waktu pengangkutan hasil kebun.

"Jalan ini menjadi harapan bagi petani swadaya karena biayanya mahal dan membutuhkan kemampuan teknis yang spesifik," ujar Djono.

Menurut Djono, sesuai arahan Ketua Umum DPP APKASINDO Dr Gulat, akses jalan yang lebih baik dapat membantu petani mengurangi biaya angkutan sekaligus mempercepat mobilitas hasil perkebunan dari kebun menuju titik pengumpulan atau pengolahan.

"Kalau jalannya bagus, mudah-mudahan bisa menurunkan biaya petani dan mengurangi waktu perjalanan," katanya.

Djono mengatakan APKASINDO ingin menjadikan kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai kerja sama jangka panjang. Penyusunan SID jalan Kelompok Tani Kurnia Mamugo Lestari diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembangkan proyek lain yang berkaitan dengan kebutuhan petani kelapa sawit.

Agenda tersebut dihadiri sejumlah civitas akademika dari FT UR dan FT Universitas Abdurrab. Dari APKASINDO turut hadir Wasekjend II DPP APKASINDO Dr. Eko Jaya Siallagan, SP., M.Si., C.APO, Wasekjend III Dr. Mulono Apriyanto, S.TP., MP., C.APO, serta Anggota Departemen Bidang Peremajaan Sawit Rakyat Hendra P Siahaan, SP., M.Si. Hadir pula Ketua Bidang Penelitian dan Keberlanjutan DPP APKASINDO Dr. Riyadi Mustofa, SE., M.Si., C.EIA, yang juga menjabat sebagai Ketua LPPM Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI), didampingi Sekretaris LPPM UPBI Jusmarni, S.E., M.Ak. dan Ketua Bidang Promosi UPBI Mulyani Rudi Muin, S.H, M.H.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Petani Sawit Sarawak Didorong Diversifikasi Hadapi Tekanan Pasar Global

Petani Sawit Sarawak Didorong Diversifikasi Hadapi Tekanan Pasar Global

Pekebun kecil kelapa sawit di Sarawak, Malaysia, didorong tidak hanya bergantung pada satu komoditas untuk menjaga ketahanan pendapatan. Diversifikasi tanaman dan hasil pertanian dinilai penting di tengah perubahan persyaratan keberlanjutan sawit serta tuntutan pasar global yang semakin kompleks.

28 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *