KONSULTASI
Logo

Bukan Sekadar Menabur Pupuk, Ini Kunci Pemupukan Sawit yang Tepat

29 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorEditor
Bukan Sekadar Menabur Pupuk, Ini Kunci Pemupukan Sawit yang Tepat

sawitsetara.co - BANDA ACEH — Pemupukan kelapa sawit tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya pupuk yang diberikan. Jenis, dosis, waktu, cara aplikasi, kondisi tanah, umur tanaman, hingga target produksi perlu menjadi pertimbangan agar unsur hara yang diberikan benar-benar mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Materi tersebut menjadi salah satu pokok pemaparan dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM-Perkebunan) yang diikuti 181 petani swadaya dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. Agenda berlangsung pada 7-12 September 2026 di Hotel Mekkah dan Hotel Grand Nangroe, Kota Banda Aceh

Dalam pemaparan tersebut, peserta diajak memahami bahwa tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Unsur hara diperlukan untuk menopang pertumbuhan vegetatif, seperti akar, batang dan daun, sekaligus pertumbuhan generatif berupa pembentukan bunga dan buah.

Keseimbangan unsur hara menjadi penting karena kebutuhan tanaman berubah sesuai dengan kondisi dan umur tanaman. Karena itu, keputusan pemupukan perlu didasarkan pada kebutuhan tanaman dan kondisi kebun.

Materi berikutnya membahas gejala kekurangan unsur hara atau defisiensi hara pada tanaman kelapa sawit. Peserta diperkenalkan pada ciri-ciri tanaman yang mengalami kekurangan unsur tertentu sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan tindakan pemupukan.

Pemahaman mengenai defisiensi hara tersebut berkaitan erat dengan pengenalan jenis pupuk. Peserta mendapatkan materi mengenai berbagai jenis pupuk, kandungan unsur di dalamnya serta fungsi masing-masing pupuk ketika diaplikasikan di kebun kelapa sawit.

Dalam pemaparan itu juga ditekankan prinsip 5T, yakni tepat jenis, tepat dosis, tepat cara, tepat waktu dan tepat sasaran.

Kelima prinsip tersebut menjadi dasar agar pemupukan tidak dilakukan secara sembarangan. Tepat jenis berkaitan dengan kebutuhan unsur hara tanaman. Tepat dosis memastikan jumlah pupuk sesuai kebutuhan. Tepat cara berkaitan dengan teknik aplikasi, sedangkan tepat waktu mempertimbangkan waktu yang sesuai untuk pemberian pupuk. Adapun tepat sasaran memastikan pupuk ditempatkan pada bagian atau area yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

apkasindo

Petani juga mendapatkan materi mengenai penyusunan rencana pemupukan berdasarkan umur tanaman. Perencanaan diperlukan agar kegiatan pemupukan dapat dilakukan secara terukur dan tidak hanya berdasarkan kebiasaan.

Selain tanaman, pemupukan juga berkaitan dengan kondisi tanah. Karena itu, materi pelatihan mencakup teknik pengelolaan kesehatan tanah berbasis bahan organik.

Pengelolaan tanah menjadi bagian penting karena kesuburan tanah berhubungan dengan kemampuan tanaman memperoleh unsur hara. Dalam jangka panjang, kesehatan tanah perlu dipertahankan agar produktivitas kebun tetap terjaga.

Materi lainnya membahas titik-titik kritis dalam kegiatan pemupukan serta faktor yang menjadi kunci keberhasilan pemupukan di kebun kelapa sawit.

Dengan demikian, tujuan pemupukan bukan sekadar memberikan pupuk kepada tanaman. Pemupukan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara, mendukung pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah, serta mempertahankan kesehatan dan produktivitas tanaman.

Pemupukan juga diperlukan untuk menggantikan unsur hara yang terangkut keluar dari kebun melalui hasil panen. Pada saat yang sama, penerapan teknik pemupukan yang tepat diharapkan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sekaligus mempertahankan kesuburan dan produktivitas tanah dalam jangka panjang.

apkasindo

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP. MP, dalam sambutannya meminta petani memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan.

“Jangan sampai kegiatan ini menjadi sia-sia tidak memberikan manfaat yang positif bagi petani,” kata Azanuddin.

Ia meminta ilmu yang diperoleh peserta dipraktikkan dalam pengelolaan kebun masing-masing. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat ditularkan kepada petani lainnya.

Materi pemupukan tersebut diberikan dalam rangkaian pelatihan yang digelar Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur, bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI.

Best Planter Indonesia (BPI) Bogor ditunjuk sebagai penyelenggara. Lembaga tersebut telah menyelenggarakan pelatihan teknis budidaya kelapa sawit sejak 2022 hingga 2026 atau selama lima tahun berturut-turut. Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta mengikuti praktik lapangan atau field trip.

Praktik lapangan dilakukan pada Kamis, 10 September 2026, dengan mengunjungi PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) di Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Dalam kunjungan tersebut, peserta mempelajari penerapan pemupukan kelapa sawit secara langsung di lapangan.

Melalui kombinasi materi teori dan praktik, peserta diharapkan tidak hanya memahami kebutuhan unsur hara tanaman, tetapi juga mampu menerapkan prinsip pemupukan yang tepat dalam pengelolaan kebun kelapa sawit masing-masing.

Tags:

pupukBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Petani Sawit Sarawak Didorong Diversifikasi Hadapi Tekanan Pasar Global

Petani Sawit Sarawak Didorong Diversifikasi Hadapi Tekanan Pasar Global

Pekebun kecil kelapa sawit di Sarawak, Malaysia, didorong tidak hanya bergantung pada satu komoditas untuk menjaga ketahanan pendapatan. Diversifikasi tanaman dan hasil pertanian dinilai penting di tengah perubahan persyaratan keberlanjutan sawit serta tuntutan pasar global yang semakin kompleks.

28 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *