KONSULTASI
Logo

Karhutla Juga Berdampak Pada Sawit, Rusak 1.052 Tanaman Muda di Nabire

14 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Karhutla Juga Berdampak Pada Sawit, Rusak 1.052 Tanaman Muda di Nabire

sawitsetara.co – NABIRE — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai berdampak pada keberlanjutan perkebunan kelapa sawit. Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah mencatat lebih dari 1.052 tanaman sawit muda rusak akibat sejumlah kejadian kebakaran sejak 18 Juli 2026.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah, Andrias, mengatakan terdapat 23 kejadian karhutla di sekitar kawasan perkebunan sawit Nabire. Total lahan yang terdampak mencapai sekitar 67,95 hektare.

“Terdapat 23 kejadian karhutla di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit Nabire dengan total lahan terdampak sekitar 67,95 hektare,” kata Andrias di Nabire, Senin (14/9/2026).

Salah satu kejadian terbesar terjadi pada 21 Agustus 2026 di Blok K40/K37. Kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 875 tanaman sawit. Sekitar enam hektare kawasan bernilai konservasi tinggi atau high conservation value (HCV) juga ikut terdampak.

apkasindo

Kebakaran berikutnya terjadi pada 25 Agustus 2026 di Blok D19. Sebanyak sekitar 95 tanaman sawit muda berusia 24 bulan terdampak. Sehari kemudian, api kembali muncul di Blok D25 dan mengenai sekitar 82 tanaman sawit muda yang berusia 27 bulan.

Andrias mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena sebagian tanaman yang terbakar masih berada dalam fase pertumbuhan. Kerusakan pada tanaman muda berpotensi memengaruhi keberlanjutan produksi perkebunan dalam jangka panjang.

“Karhutla tidak hanya berdampak pada tanaman, tetapi juga dapat mengganggu kawasan yang memiliki fungsi perlindungan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Andrias, lokasi kejadian tidak seluruhnya berada di dalam kawasan HGU. Sebagian kebakaran terjadi di luar HGU, kawasan bernilai konservasi tinggi, sempadan sungai, kawasan perkebunan, hingga area pembukaan lahan.

Laporan awal menunjukkan sejumlah kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran yang tidak terkendali untuk pembukaan lahan atau kegiatan pertanian. Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab setiap kejadian.

apkasindo

Perusahaan, kata Andrias, telah melakukan penanganan dengan mengerahkan tim tanggap darurat, petugas keamanan dan lingkungan, kendaraan pemadam, pompa bertekanan tinggi, serta berbagai peralatan pemadaman lainnya.

Upaya pemadaman tersebut dinilai perlu diikuti langkah pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang. Pencegahan antara lain dilakukan melalui patroli rutin, deteksi dini, pemeliharaan sekat bakar, serta komunikasi dengan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

Andrias meminta pemerintah, perusahaan perkebunan, masyarakat, dan instansi terkait memperkuat koordinasi. Menurut dia, pengendalian karhutla penting untuk menjaga keberlanjutan perkebunan sekaligus melindungi fungsi lingkungan di wilayah Nabire.

Tags:

Kebakaran HutanBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Agrinas Palma Tekankan Hak Masyarakat Adat dalam Pengembangan Sawit di Papua Selatan

Agrinas Palma Tekankan Hak Masyarakat Adat dalam Pengembangan Sawit di Papua Selatan

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan perusahaan akan menempatkan penghormatan terhadap hak masyarakat adat sebagai bagian penting dalam pengembangan kawasan tersebut. Pihaknya tidak ingin pembangunan berjalan tanpa melibatkan masyarakat. Aspirasi warga, nilai adat, dan kondisi sosial menjadi pertimbangan sejak tahapan awal perencanaan.

12 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *