KONSULTASI
Logo

GAPKI: Produktivitas Petani Jadi Kunci Ketahanan Industri Sawit Indonesia

10 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
GAPKI: Produktivitas Petani Jadi Kunci Ketahanan Industri Sawit Indonesia

sawitsetara.co - BALIKPAPAN — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai peningkatan produktivitas kebun petani menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan industri kelapa sawit Indonesia di tengah perubahan ekonomi dan tuntutan pasar global.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan industri sawit telah berulang kali menunjukkan kemampuannya bertahan ketika perekonomian menghadapi krisis. Hal itu terlihat sejak krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008–2009, hingga pandemi COVID-19.

Menurut Eddy, sektor sawit bahkan menjadi salah satu penyangga perekonomian nasional pada periode-periode sulit tersebut. Kontribusinya terlihat dari perolehan devisa sekaligus kemampuannya mempertahankan penyerapan tenaga kerja.

“Pada masa pandemi, devisa sawit mencapai sekitar USD39,2 miliar. Bahkan ketika banyak sektor melakukan PHK, industri sawit tetap membuka kesempatan kerja baru,” ujar Eddy dalam 9th Borneo Forum 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang dikutip Minggu (9/8/2026).

apkasindo

Forum yang digelar GAPKI Cabang Kalimantan Timur pada 5–8 Agustus 2026 itu mengangkat tema Resilience, Innovation, and Transformations: Empowering the Palm Oil Industry Beyond Sustainability. Agenda tersebut membahas tantangan dan peluang industri kelapa sawit nasional di tengah perubahan ekonomi, teknologi, serta tuntutan keberlanjutan.

Eddy mengatakan ketangguhan industri sawit perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas, khususnya pada perkebunan petani plasma dan swadaya. Langkah tersebut penting agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan minyak sawit di dalam negeri sekaligus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar minyak sawit dunia.

Salah satu upaya yang dinilai strategis adalah mempercepat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Program itu diarahkan untuk memperbaiki produktivitas kebun rakyat melalui penggunaan benih unggul, penerapan teknologi, dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, kebun rakyat diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pasokan sawit nasional.

Di tingkat daerah, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan penguatan industri sawit membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan. Menurut dia, masa depan industri tersebut akan semakin kuat jika dibangun melalui ketahanan, inovasi, dan transformasi.

“Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pengembangan industri hilir berbasis kelapa sawit. Kami ingin potensi yang dimiliki Kalimantan Timur memberikan nilai tambah yang semakin besar, memperkuat investasi, mengembangkan industri turunannya, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Seno Aji.

Ia mengatakan pengembangan industri hilir menjadi penting agar potensi perkebunan kelapa sawit tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Hilirisasi diharapkan dapat memperbesar nilai tambah komoditas sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan industri turunan di Kalimantan Timur.

apkasindo

Pesan mengenai penguatan kolaborasi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan 9th Borneo Forum 2026. Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Timur Rachmat Perdana Angga mengatakan forum tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan bagi berbagai pemangku kepentingan industri sawit.

“Borneo Forum menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam menghasilkan gagasan dan kolaborasi yang dapat mendukung kemajuan industri sawit Indonesia,” ujar Rachmat.

GAPKI menggelar Borneo Forum 2026 dengan dukungan BPDP. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari dan terdiri atas Golf Tournament, International Conference and Exhibition, serta GAPKI Run.

Melalui forum tersebut, GAPKI berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat semakin kuat. Kerja sama lintas sektor dinilai diperlukan untuk menghadapi tantangan industri sawit yang semakin kompleks, baik di tingkat nasional maupun global.

Bagi Kalimantan Timur, penyelenggaraan forum ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat posisi daerah dalam pengembangan industri kelapa sawit nasional, terutama melalui pengembangan hilirisasi, investasi, inovasi, dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Tags:

Berita SawitSawit

Berita Sebelumnya
Sekda Riau Sebut Produktivitas Jadi Kunci Transformasi Industri Sawit, Hilirisasi Tak Cukup Hanya Bangun Pabrik

Sekda Riau Sebut Produktivitas Jadi Kunci Transformasi Industri Sawit, Hilirisasi Tak Cukup Hanya Bangun Pabrik

Pemerintah Provinsi Riau mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu kunci memperkuat industri sawit tanpa harus membuka lahan baru. Di sisi lain, industrialisasi sawit dinilai tidak cukup hanya dengan membangun pabrik, tetapi harus ditopang ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir.

8 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *