KONSULTASI
Logo

Tandan Kosong Sawit 25 Juta Ton Dibidik Jadi Bioetanol, Pertamina Kejar Pengurangan Impor BBM

22 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Tandan Kosong Sawit 25 Juta Ton Dibidik Jadi Bioetanol, Pertamina Kejar Pengurangan Impor BBM

sawitsetara.co - JAKARTA — Limbah tandan kosong sawit (TKS) yang selama ini belum sepenuhnya bernilai ekonomi mulai dibidik sebagai sumber energi baru. PT Pertamina (Persero) menyiapkan pengembangan teknologi untuk mengubah limbah sawit tersebut menjadi bioetanol sebagai bagian dari strategi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan Indonesia memiliki sumber daya minyak sawit dan limbahnya yang melimpah. Potensi itu, kata dia, semestinya tidak berhenti sebagai komoditas mentah maupun limbah, tetapi diolah menjadi sumber energi.

“Jawabannya ada di depan mata kita. Dengan sumber daya CPO dan tandan kosong sawit, kita harus mampu mengubahnya menjadi energi,” kata Oki dalam Pekan Riset Sawit Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Apj

Menurut Oki, Indonesia memiliki tiga keunggulan utama dalam pengembangan bioenergi. Pertama, ketersediaan biomassa yang melimpah. Kedua, kemampuan bioenergi untuk mendukung ketahanan energi sekaligus mendorong dekarbonisasi sektor transportasi. Ketiga, peluang menciptakan ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Pertamina kini mengembangkan pemanfaatan minyak sawit, terutama crude palm oil (CPO), sekaligus limbah hasil perkebunan sawit. Salah satu yang menjadi perhatian adalah TKS yang diperkirakan mencapai sekitar 25 juta ton per tahun.

Limbah tersebut berpotensi diolah melalui proses hilirisasi menjadi bahan baku bioetanol. Tantangan utamanya adalah mengubah struktur TKS menjadi glukosa sebelum diproses lebih lanjut menjadi bioetanol.

“Tantangan kita sekarang ada di hilirisasi. Bagaimana TKS ini bisa kita pecah menjadi glukosa lalu menjadi bioetanol. Kalau inisiatif ini berhasil, maka tidak ada lagi limbah yang sia-sia,” ujar Oki.

Apj

Pengembangan bioetanol dari TKS tersebut sejalan dengan upaya Pertamina mengurangi impor bensin. Perusahaan tengah membangun fasilitas produksi bioetanol di Glenmore, Jawa Timur, dengan kapasitas 30.000 kiloliter per tahun. Fasilitas ini dipersiapkan untuk mendukung target pencampuran bensin E10 sesuai dengan peta jalan pemerintah.

Di sektor biodiesel, Pertamina telah mendukung pelaksanaan mandatori B50. Distribusi biodiesel saat ini telah menjangkau 86 dari total 121 terminal BBM Pertamina di seluruh Indonesia.

Bagi Pertamina, pemanfaatan bahan baku berbasis sawit merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk menekan ketergantungan terhadap impor minyak mentah dan produk BBM. Pengembangan bioenergi tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang terintegrasi.

Oki mengatakan ekosistem tersebut mencakup penyediaan bahan baku, pengembangan teknologi pengolahan di kilang, hingga distribusi produk energi kepada masyarakat.

Apj

Di sisi infrastruktur, Pertamina memperkuat kapasitas pengolahan bahan bakar nabati melalui pembangunan Dedicated Green Refinery di Cilacap. Pertamina sebelumnya juga telah mengoperasikan teknologi coprocessing secara komersial di Kilang Cilacap.

Teknologi serupa kini tengah diuji coba di Kilang Balongan dan Kilang Dumai. Pengembangan ini diharapkan memperluas kapasitas pengolahan bahan baku berbasis biomassa dan minyak nabati menjadi produk energi.

Oki mengatakan transisi menuju kemandirian energi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, industri, lembaga keuangan, akademisi, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi untuk memastikan pengembangan bioenergi berjalan dari hulu hingga hilir.

“Tujuannya satu, mewujudkan kemandirian energi dan mengurangi beban devisa negara,” katanya.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Plasma Papua Barat Juli 2026 Capai Rp3.128 per Kilogram

Harga TBS Sawit Plasma Papua Barat Juli 2026 Capai Rp3.128 per Kilogram

Pemerintah Provinsi Papua Barat menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani plasma untuk wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya pada Juli 2026.

21 Juli 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *