
sawitsetara.co - SINGKIL — Petani di Kabupaten Aceh Singkil memanfaatkan masa tunggu tanaman kelapa sawit dengan menanam semangka di sela-sela kebun. Pola tumpang sari ini dilakukan pada kebun sawit yang masih muda dan belum menghasilkan.
Selain mengoptimalkan lahan, penanaman semangka memberikan sumber pendapatan tambahan bagi petani sebelum tanaman sawit memasuki masa produksi penuh.
Salah seorang petani di Singkil, Kopda Iswanto, mengatakan tanaman semangka tetap dapat tumbuh dengan baik meski ditanam berdampingan dengan kelapa sawit. Iswanto yang juga anggota Kodim 0109 Aceh Singkil itu telah memanen semangka dari lahan tersebut.
“Alhamdulillah meskipun adanya pohon-pohon sawit ini semangka tetap tumbuh bagus dan berhasil dipanen,” ujar Iswanto kepada RRI, Selasa (15/9/2026).
Menurut Iswanto, tumpang sari menjadi salah satu cara yang dapat diterapkan petani sawit, terutama ketika tanaman utama masih dalam fase pertumbuhan. Lahan yang belum menghasilkan dapat dimanfaatkan untuk komoditas berumur pendek seperti semangka.
Ia mengatakan pola tersebut tidak hanya menghasilkan tambahan pendapatan. Keberadaan tanaman semangka juga membantu mengurangi pertumbuhan gulma di sekitar tanaman sawit.
“Ya dengan adanya tanaman muda ini rumput pun sulit tumbuh sebab kita rutin melakukan penyemprotan hama dan racun pada semangka, cara ini juga bagus untuk diterapkan kepada petani sawit yang baru memulai penanaman, sebab ini bisa mengurangi gulma dan menjaga kelembapan pada tanah,” pungkasnya.
Dengan pola tersebut, petani tidak harus menunggu hingga sawit menghasilkan untuk memperoleh manfaat ekonomi dari lahan. Tanaman semangka dapat dipanen lebih cepat, sementara sawit tetap dibiarkan tumbuh hingga memasuki masa produksi.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *