KONSULTASI
Logo

Riset Pulau Pohon di Lanskap Sawit Raih Juara Nasional Jerman dalam Frontiers Planet Prize 2026

27 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Riset Pulau Pohon di Lanskap Sawit Raih Juara Nasional Jerman dalam Frontiers Planet Prize 2026

sawitsetara.co - JAKARTA — Penelitian tentang cara meningkatkan keanekaragaman hayati di lanskap perkebunan kelapa sawit mengantarkan akademisi Indonesia ke panggung penghargaan ilmiah internasional.

Dr. Forst. Bambang Irawan, S.P., M.Sc., IPU, dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA), menjadi salah satu penulis artikel ilmiah yang meraih predikat Juara Nasional Jerman atau National Champion Germany dalam ajang Frontiers Planet Prize 2026.

Artikel berjudul “Diverse and Larger Tree Islands Promote Native Tree Diversity in Oil Palm Landscapes” itu merupakan hasil kolaborasi riset internasional. Penelitian tersebut menawarkan pendekatan pengelolaan lanskap perkebunan kelapa sawit dengan mempertahankan dan mengembangkan pulau-pulau pohon atau tree islands yang beragam dan berukuran lebih besar di tengah kawasan perkebunan.

Hasil penelitian menunjukkan keberadaan tree islands dapat meningkatkan keberagaman pohon asli atau native tree diversity. Pendekatan itu juga dinilai mampu mendukung pemulihan ekosistem dan konservasi keanekaragaman hayati tanpa menghilangkan fungsi ekonomi kawasan perkebunan kelapa sawit.

Apj

Konsep tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam penelitian karena menawarkan titik temu antara kebutuhan produksi dan pelestarian lingkungan. Lanskap perkebunan tidak semata-mata dipandang sebagai ruang produksi, melainkan juga dapat dirancang untuk menyediakan ruang bagi pemulihan ekosistem dan keberlangsungan spesies asli.

“Capaian ini adalah bukti bahwa riset yang bersumber dari lanskap Indonesia memiliki dampak nyata dan diakui oleh komunitas sains global. Kami berharap formula ‘pulau pohon’ ini bisa menjadi standar baru pengelolaan sawit yang ramah lingkungan,” ujar Dr. Bambang Irawan.

Predikat Juara Nasional Jerman menempatkan tim penulis artikel tersebut dalam jajaran penelitian yang dinilai memiliki potensi memberikan dampak nyata terhadap penyelesaian tantangan lingkungan global. Penghargaan itu sekaligus menjadi pengakuan terhadap kontribusi ilmuwan Indonesia dalam menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Bambang turut berperan dalam pengembangan dan penyebarluasan hasil penelitian yang menjadi dasar rekomendasi pengelolaan lanskap perkebunan tersebut. Capaian ini juga membawa nama Universitas Jambi ke panggung penelitian internasional.

Frontiers Planet Prize merupakan ajang penghargaan ilmiah global yang memberikan apresiasi kepada penelitian terobosan berbasis sains dalam menjawab berbagai tantangan planet. Tantangan tersebut mencakup perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan lingkungan.

Apj

Setelah meraih status Juara Nasional Jerman, Bambang bersama tim penulis akan melanjutkan proses seleksi ke tingkat global. Dari para Juara Nasional yang terpilih dari berbagai negara, akan ditetapkan tiga pemenang internasional atau International Champions.

Masing-masing tim pemenang internasional akan memperoleh pendanaan riset sebesar US$1 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan penelitian lanjutan dan implementasi solusi ilmiah di lapangan.

Prestasi Bambang dan tim penulis diharapkan menjadi pemantik bagi peneliti serta akademisi Indonesia untuk terus menghasilkan riset yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga menawarkan solusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Riset mengenai tree islands tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan agenda konservasi tidak selalu harus ditempatkan sebagai dua kepentingan yang berseberangan. Dengan pendekatan berbasis penelitian, lanskap produksi dapat dirancang untuk tetap menjalankan fungsi ekonomi sekaligus memberi ruang bagi pemulihan ekosistem dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Terkendala Masalah Lahan Sejak 2019, KUD Manunggal Jaya Kini Siap Jalankan PSR Berkat Pendampingan APKASINDO

Terkendala Masalah Lahan Sejak 2019, KUD Manunggal Jaya Kini Siap Jalankan PSR Berkat Pendampingan APKASINDO

Para petani sawit yang tergabung dalam KUD tersebut telah mengajukan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sejak 2019. Namun, langkah mereka sempat terhenti karena persoalan legalitas lahan.

25 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *