KONSULTASI
Logo

Praktisi Klaim Pulihkan Sawit Terinfeksi Ganoderma, Perubahan Terlihat dalam Hitungan Bulan

7 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Praktisi Klaim Pulihkan Sawit Terinfeksi Ganoderma, Perubahan Terlihat dalam Hitungan Bulan

sawitsetara.co - PEKANBARU - Sejumlah tanaman kelapa sawit yang terserang Ganoderma disebut dapat dipulihkan melalui perlakuan berbasis Trichoderma. Praktisi perkebunan kelapa sawit Ferry Harianja mengatakan pengalaman tersebut diperoleh dari penanganan tanaman di 16 lokasi.

Menurut Ferry, tingkat serangan di lokasi tersebut beragam, mulai dari gejala ringan hingga kondisi tanaman yang telah mengalami kerusakan berat.

Ia mengatakan salah satu indikator pemulihan tanaman dapat dilihat dari pertumbuhan akar baru. Ketika akar kembali berkembang, kemampuan tanaman menyerap air dan nutrisi juga berangsur pulih.

"Indikator sembuh yang digunakan itu dilihat pertamanya dari akarnya yang sudah tumbuh akar yang baru. Artinya dia sudah bisa menyerap nutrisi kembali," kata Ferry dalam program Sawit Talk.

apkasindo

Perubahan berikutnya terlihat pada kondisi tajuk tanaman. Daun mulai kembali hijau, pelepah baru tumbuh, dan tanaman kembali menghasilkan tandan buah.

Ferry mencontohkan salah satu tanaman yang sebelumnya memiliki fruiting body atau tubuh buah Ganoderma. Tanaman tersebut ditangani sejak November 2023 dan, menurut dia, menunjukkan perubahan setelah mendapatkan perlakuan.

"Sudah tiga tahun, fruiting body sudah tidak ada lagi. Sudah bersih, jaringan akar gantung sudah munculan," ujar Ferry.

WhatsApp Image 2026-10-07 at 14.04.54.jpeg

Dalam penanganan tersebut, Ferry menjelaskan aplikasi dilakukan dengan membuat parit berbentuk cincin di sekitar tanaman dengan jarak sekitar 1,2 meter dari pokok. Trichoderma kemudian ditaburkan ke dalam parit dan ditutup menggunakan tandan kosong serta tanah.

Menurut Ferry, perlakuan juga dapat dilakukan pada bagian batang yang telah menunjukkan indikasi serangan. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan Trichoderma sekaligus menekan perkembangan Ganoderma.

Pendekatan tersebut menjadi dasar penggunaan TrichoCycle, produk pupuk organik hayati yang menurut Ferry mengandung Trichoderma sp. Produk itu ditawarkan sebagai salah satu pilihan untuk membantu penanggulangan Ganoderma di perkebunan kelapa sawit.

"Ini merupakan pupuk organik yang diperkaya oleh mikroba hayati. Di dalamnya banyak spora Trichoderma dan ada sedikit nutrisinya," kata Ferry.

apkasindo

Menurut dia, waktu pemulihan bergantung pada tingkat serangan. Pada tanaman dengan gejala ringan, perubahan disebut dapat terlihat dalam sekitar dua bulan.

"Untuk gejala ringan, dua bulan sebenarnya sudah melihat perubahan," katanya.

Sementara pada tanaman dengan kondisi lebih parah, waktu yang diperlukan dapat mencapai sekitar 10 bulan hingga tanaman kembali menunjukkan kondisi yang lebih normal.

Ferry mengatakan pengendalian juga perlu dibedakan antara tanaman yang telah terserang dan tanaman yang masih sehat. Pada tanaman sehat, aplikasi dalam dosis lebih rendah dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan.

Ia menyebut tanaman yang telah terinfeksi perlu mendapatkan perlakuan sesuai tingkat serangan. Untuk tanaman yang masih sehat, dosis yang digunakan lebih rendah dengan tujuan mempertahankan keberadaan Trichoderma di sekitar perakaran.

WhatsApp Image 2026-10-07 at 14.05.11.jpeg

Ferry juga mengingatkan bahwa pengendalian tidak cukup hanya mengandalkan produk. Cara aplikasi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan perlakuan.

"Kalau ada yang sudah terkena Ganoderma, kita aplikasikan, kita buktikan dulu. Nanti cerita kita, tanamannya asal," ujarnya.

Menurut dia, pendekatan serupa juga dapat diterapkan saat melakukan peremajaan tanaman. Sisa inokulum Ganoderma dari tanaman lama, termasuk material tanaman hasil chipping, perlu menjadi perhatian karena masih berpotensi menjadi sumber infeksi bagi tanaman baru.

Untuk tanaman baru, Ferry menyebut aplikasi Trichoderma dapat dilakukan sejak awal dengan dosis sekitar 500 gram per lubang tanam sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Ia menilai pendekatan preventif penting dilakukan karena pengendalian akan lebih sulit ketika populasi Ganoderma telah berkembang luas. "Untuk mencegahnya, sawit kita pun lebih subur," kata Ferry.

Bagi Ferry, pengendalian Ganoderma pada akhirnya tidak hanya bergantung pada produk yang digunakan, tetapi juga pada deteksi dini, kondisi lingkungan tanah dan ketepatan aplikasi. TrichoCycle menjadi salah satu produk berbasis Trichoderma yang ditawarkan untuk mendukung pendekatan tersebut, baik dalam upaya penanganan tanaman yang telah menunjukkan gejala maupun pencegahan pada tanaman yang masih sehat.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Unilak Sambut 90 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP 2026, Ini Pesan APKASINDO

Unilak Sambut 90 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP 2026, Ini Pesan APKASINDO

Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) menyambut 90 mahasiswa penerima Beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Tahun 2026 melalui kegiatan Penyambutan dan Kuliah Umum di Kampus Unilak, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Generasi Emas Sawit Indonesia: Kebijakan, Manajemen, dan Pengembangan SDM untuk Sawit Berkelanjutan”.

5 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *