
sawitsetara.co - PEKANBARU — Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) menyambut 90 mahasiswa penerima Beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Tahun 2026 melalui kegiatan Penyambutan dan Kuliah Umum di Kampus Unilak, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Generasi Emas Sawit Indonesia: Kebijakan, Manajemen, dan Pengembangan SDM untuk Sawit Berkelanjutan”.
Hadir Wakil Rektor I Unilak Dr. Zamzami M.Kom, Dekan Fakultas Pertanian Unilak Dr. Amalia, S.P., M.M., Wakil Bupati Rokan Hulu H. Safaruddin Poti, S.H., M.M., Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, serta perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan jajaran APKASINDO.
Dekan Fakultas Pertanian Unilak, Dr. Amalia, mengatakan jumlah mahasiswa penerima beasiswa BPDP di Unilak meningkat dari 60 mahasiswa pada 2025 menjadi 90 mahasiswa pada 2026. “Tahun 2026 ini kita dipercaya menerima 90 mahasiswa penerima beasiswa BPDP,” kata Amalia.
Sebanyak 90 mahasiswa tersebut terdiri atas 30 mahasiswa Program Studi Agribisnis, 30 mahasiswa Agroteknologi, dan 30 mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian. Mereka berasal dari enam provinsi, yakni Riau sebanyak 66 mahasiswa, Sumatera Utara 10 mahasiswa, Sumatera Barat tujuh mahasiswa, Jambi empat mahasiswa, Kalimantan Barat dua mahasiswa, dan Papua satu mahasiswa.
Dari total penerima beasiswa tersebut, 39 mahasiswa merupakan laki-laki dan 51 mahasiswa perempuan. Amalia mengatakan keberagaman asal daerah mahasiswa menjadi modal dalam membangun lingkungan akademik yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang perkebunan sawit.
Menurut dia, mahasiswa penerima beasiswa BPDP memiliki posisi strategis karena banyak di antaranya berasal dari keluarga pekebun sawit. Mereka diharapkan tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga kembali berkontribusi terhadap pembangunan sektor perkebunan.
“Mahasiswa BPDP sesungguhnya kita sedang berbicara tentang anak-anak petani sawit yang nantinya akan kembali menjadi bagian dari pembangunan industri sawit itu sendiri,” ujarnya.
Fakultas Pertanian Unilak telah menyiapkan rangkaian kegiatan TUNAS 2026 atau Temu Orientasi Universitas dan Adaptasi Mahasiswa sebelum mahasiswa memasuki perkuliahan. Rangkaian tersebut meliputi penerimaan mahasiswa, adaptasi lingkungan kampus dan asrama, pembinaan mental, fisik, disiplin dan karakter, hingga persiapan akademik.
Sebanyak 90 mahasiswa Unilak juga mengikuti pembinaan mental, fisik, disiplin dan karakter selama lima hari empat malam di Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti, Salo, Kabupaten Kampar. Kegiatan tersebut diikuti 715 mahasiswa penerima beasiswa BPDP dari lima perguruan tinggi penyelenggara.
Setelah kegiatan penyambutan, mahasiswa akan mengikuti matrikulasi pada 6 Oktober, kegiatan mahasiswa baru Unilak pada 7-8 Oktober, outbound pada 10 Oktober, dan kuliah perdana pada 12 Oktober 2026.
Amalia menegaskan Fakultas Pertanian Unilak menargetkan seluruh mahasiswa penerima beasiswa tersebut menyelesaikan pendidikan. “Ibu minta komitmen kalian, 90 orang masuk, 90 harus jadi sarjana,” tegasnya.
Ia juga meminta mahasiswa menjaga integritas dan memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk mengembangkan kompetensi, termasuk penguasaan teknologi, digitalisasi, bahasa, manajemen dan kewirausahaan.
Fakultas Pertanian Unilak, kata Amalia, juga menyiapkan program pengembangan kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin serta kegiatan kepemimpinan dan kewirausahaan bagi mahasiswa penerima beasiswa.
APKASINDO Dorong Mahasiswa Pahami Industri Sawit
Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung mengatakan mahasiswa penerima beasiswa BPDP harus memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk memahami persoalan industri sawit secara lebih luas. Ia meminta mahasiswa tidak minder karena berasal dari keluarga petani sawit. Menurut Dr. Gulat, latar belakang tersebut justru menjadi modal untuk memahami persoalan perkebunan dari tingkat petani.
“Anak petani sawit jangan berkecil hati. Anak petani sawit setara,” kata Dr. Gulat.
Dr. Gulat mencontohkan sejumlah pengurus muda APKASINDO yang berasal dari keluarga petani sawit dan kini telah menempuh pendidikan tinggi serta terlibat dalam kegiatan organisasi hingga tingkat internasional. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peran di sektor sawit, baik melalui penelitian, organisasi, dunia usaha maupun pemerintahan.
Selain itu, Dr. Gulat mendorong mahasiswa memanfaatkan media sosial secara produktif untuk menyampaikan informasi berbasis data mengenai kelapa sawit dan menangkal kampanye negatif terhadap komoditas tersebut.
“Boleh kalian bermedia sosial, tetapi ada batas waktunya. Manfaatkan media sosial untuk membantu kami, APKASINDO dan pemerintah,” katanya.
Dr. Gulat juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kepercayaan BPDP dan Kementerian Pertanian sebagai penerima beasiswa. Ia menyebut program beasiswa SDM sawit 2026 memiliki persaingan tinggi karena hanya 5.000 peserta yang diterima dari sekitar 30 ribu pendaftar.
“Jaga kepercayaan BPDP dan Kementerian Pertanian. Belajar yang baik, tunjukkan prestasi dan harus menjadi teladan,” ujarnya.
Menurut Dr. Gulat, regenerasi SDM menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia. Mahasiswa penerima beasiswa BPDP diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi mampu menjadi peneliti, pengusaha, pemimpin dan profesional yang memahami kepentingan petani serta industri sawit secara keseluruhan.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *