
sawitsetara.co - PANGKALAN BUN – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) menegaskan bahwa petani kecil memegang peran dominan dalam industri sawit Indonesia. Data BPDP menunjukkan sebanyak 41 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh petani atau smallholders, menepis anggapan bahwa industri ini hanya bertumpu pada perusahaan besar.
Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan besarnya porsi perkebunan rakyat menunjukkan bahwa keberlanjutan industri sawit nasional tidak dapat dipisahkan dari peran petani.
“Masyarakat seringkali memandang sawit hanya dari perspektif perusahaan besar, padahal data menunjukkan bahwa 41 persen industri sawit nasional dikelola oleh masyarakat,” ujar Zaid dalam diskusi media mengenai industri sawit berkelanjutan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (29/7/2026).
Menurut dia, petani sawit bukan sekadar pelengkap dalam industri, melainkan bagian utama yang menjaga keberlangsungan rantai pasok minyak sawit Indonesia.
“Petani kecil bukan sekadar aksesori dalam industri sawit, melainkan aktor kunci dalam rantai pasok sawit nasional,” kata Zaid.
Ia menjelaskan, perkebunan rakyat tersebar di berbagai daerah sentra produksi sawit, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan hingga Sulawesi. Dari wilayah-wilayah tersebut, petani secara kolektif menghasilkan lebih dari 16 juta ton minyak sawit setiap tahun sembari terus berupaya meningkatkan produktivitas.
Kontribusi petani, kata Zaid, tidak hanya diukur dari besarnya produksi. Bersama perusahaan perkebunan, mereka menjadi penggerak aktivitas ekonomi di sepanjang rantai nilai industri kelapa sawit, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
BPDP mencatat industri sawit saat ini menyerap sekitar 16,5 juta tenaga kerja yang tersebar di berbagai bidang, mulai dari perkebunan, logistik, transportasi, perdagangan, industri pengolahan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Besarnya daya serap tenaga kerja tersebut menjadikan sektor sawit sebagai salah satu penopang utama lapangan kerja di Indonesia.
Selain itu, investasi di sektor sawit di berbagai daerah penghasil dinilai telah mendorong pembangunan infrastruktur, melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta memperkuat perekonomian regional.
“Ketika kita berbicara tentang sawit, sebenarnya kita sedang berbicara tentang kesejahteraan jutaan rakyat Indonesia,” ujar Zaid.
Karena itu, ia menilai masa depan industri sawit nasional sangat bergantung pada peningkatan produktivitas dan keterlibatan petani kecil. Menurutnya, penguatan kapasitas petani menjadi salah satu prasyarat untuk menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia dalam jangka panjang.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *