KONSULTASI
Logo

Pdt. Robenson Tadem Terpilih Aklamasi Pimpin DPD APKASINDO Malinau Kalimantan Utara Periode 2026-2031

17 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Pdt. Robenson Tadem Terpilih Aklamasi Pimpin DPD APKASINDO Malinau Kalimantan Utara Periode 2026-2031

sawitsetara.co - MALINAU — Pdt. Robenson Tadem terpilih secara aklamasi memimpin Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD-APKASINDO) Kabupaten Malinau untuk periode 2026-2031. Pemilihan itu berlangsung dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-III DPD-APKASINDO Malinau di Hotel Mahkota, Sabtu (15/8/2026).

Musda mengusung tema “Percepatan Hilirisasi Kelapa Sawit”. Selain memilih kepengurusan baru, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat posisi petani sawit swadaya di Kabupaten Malinau, terutama dalam menghadapi persoalan tata niaga dan hubungan dengan perusahaan kelapa sawit.

Kegiatan berlangsung di Hotel Mahkota, Jalan Raja Pandita No. 138 RT 005, Tanjung Belimbing, Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota. Puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malinau menghadiri agenda tersebut.

Terpilihnya Pdt. Robenson Tadem secara aklamasi menandai dimulainya kepengurusan baru APKASINDO Malinau untuk lima tahun mendatang. Kepengurusan tersebut diharapkan mampu memperluas peran organisasi dalam memperjuangkan kepentingan petani, sekaligus mendorong percepatan hilirisasi kelapa sawit di daerah.


DPP

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APKASINDO Kalimantan Utara, Khoirul, mengatakan keberadaan organisasi di Malinau memiliki posisi strategis karena dapat menjadi penghubung antara petani sawit swadaya dan perusahaan kelapa sawit (PKS).

“APKASINDO menjadi jembatan bagi petani swadaya dengan perusahaan sawit. Secara umum di Kalimantan Utara, kami juga berfungsi sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengawal penyaluran pupuk subsidi, benih kelapa sawit baru, hingga turut serta dalam menentukan harga Tandan Buah Segar (TBS),” ungkap Khoirul.

Menurut dia, posisi tersebut penting untuk memastikan petani tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan perkebunan. APKASINDO juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara petani, pemerintah daerah dan perusahaan.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Malinau, Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Efanles S. Pd, M. Pd menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan APKASINDO di Kabupaten Malinau.

Ia berharap organisasi petani tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian ialah keterlibatan petani dalam penentuan harga TBS sehingga harga yang diterima petani dapat lebih memberikan kepastian.

DPP

Bagi kepengurusan baru di bawah Pdt. Robenson Tadem, tantangan tersebut menjadi pekerjaan rumah selama periode 2026-2031. Selain memperjuangkan kepentingan petani, organisasi juga dituntut menerjemahkan tema Musda tentang percepatan hilirisasi ke dalam program yang memberi manfaat langsung bagi petani.

Dalam rangkaian penutup Musda, harapan terhadap kepengurusan baru disampaikan Robenson saat jamuan makan malam. Ia meminta seluruh jajaran pengurus menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART).

“Setelah pelantikan dan penerbitan Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APKASINDO dalam waktu dekat, kami siap bekerja maksimal untuk memajukan petani sawit Malinau,” pungkasnya.

Dengan terpilihnya secara aklamasi, Pdt. Robenson Tadem kini akan memimpin APKASINDO Malinau hingga 2031. Kepengurusan baru diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi petani, tetapi juga memperkuat posisi tawar petani swadaya dalam rantai industri kelapa sawit di Kabupaten Malinau.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
45 Tahun Petani Menjadi Bagian dari Kejayaan Sawit Indonesia,Sudahkah Petani Sawit Merdeka?

45 Tahun Petani Menjadi Bagian dari Kejayaan Sawit Indonesia,Sudahkah Petani Sawit Merdeka?

Selama lebih dari tiga dekade, petani sawit tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan perkebunan, tetapi telah bertransformasi menjadi salah satu fondasi utama industri sawit nasional. Dari kebun-kebun rakyat TBS diproduksi, PKS memperoleh bahan baku, industri hilir mendapatkan CPO, ekspor menghasilkan devisa, dan berbagai aktivitas ekonomi di pedesaan tumbuh.

16 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *