KONSULTASI
Logo

APKASINDO Dorong Petani Sawit Naik Kelas melalui Sertifikasi RSPO

29 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
APKASINDO Dorong Petani Sawit Naik Kelas melalui Sertifikasi RSPO
HOT NEWS

sawitsetara.co – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) terus mendorong peningkatan kapasitas petani kelapa sawit melalui penerapan praktik perkebunan berkelanjutan. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang digelar pada Minggu (27/9/2026) di Desa Suak Temenggung, Rokan Hilir, Riau.

 Kegiatan tersebut dihadiri pengurus DPP APKASINDO serta petani kelapa sawit peserta pelatihan. Sosialisasi dan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman petani terhadap standar keberlanjutan sekaligus mempersiapkan petani untuk menerapkan pengelolaan kebun yang lebih baik.

 Dalam sambutannya, Sekretaris DPW APKASINDO Riau Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom., MMgt(Int. Bus), CC, CL menyampaikan bahwa sertifikasi menjadi salah satu jalan bagi petani kelapa sawit untuk menuju perkebunan yang berkelanjutan.

 Menurutnya, penerapan prinsip dan kriteria RSPO harus dilakukan secara konsisten sehingga betul keberlanjutan tercapai. “Keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai ekonomi, tetapi juga mencakup aspek ekologi dan sosial, dan ini harus dicapai dengab aksi konsisten dalam pengelolaan kebun sawit kita” ujarnya.

 Djono dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan merupakan bagian dari arahan Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas petani kelapa sawit sebagai upaya meningkatkan posisi petani dalam rantai pasok kelapa sawit.

apkasindo

Ketua Koperasi Pekaitan Maju Sejahtera, Hadi Santoso, S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dipercayanya Koperasi Pekaitan untuk didampingi mendapatkan sertifikasi RSPO.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Ketua Umum beserta jajaran sudah mempercayakan program ini kepada kami, kami yakin dan siap untuk melaksanakan persiapan yang dibutuhkan karena kami ingin memiliki produktifitas tinggi dan harga yang berkeadilan” ujarnya.

Koperasi Pekaitan sendiri merupakan salah satu koperasi yang telah melaksanakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang didampingi oleh DPP APKASINDO.

 Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Suak Temenggung, Bapak Kartono. Ia menyampaikan apresiasi kepada DPP APKASINDO yang telah membawa program sertifikasi tersebut ke wilayahnya.

 Menurut Kartono, program sertifikasi dapat menjadi langkah bagi petani kelapa sawit di Pekaitan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan kebun.

 “Ini menjadi langkah bagi petani kelapa sawit di Pekaitan untuk naik kelas, meningkatkan produktivitas, mengelola kebun sawit dengan lebih baik, dan memberikan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat kami” kata Kartono.

 Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh tim narasumber ahli dari DPP APKASINDO, di antaranya Dr. Mulono Apriyanto dan Dr. Riyadi Mustafa.

apkasindo

Materi yang diberikan mencakup peningkatan sumber daya manusia (SDM), praktik pengelolaan kebun yang baik (Good Agricultural Practices/GAP), serta peningkatan kemampuan petani dalam aspek lingkungan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.

 Turut hadir dalam tim ahli DPP APKASINDO, Dr. Eko Jaya Siallagan selaku Wakil Ketua Bidang Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) DPP APKASINDO. Selain itu, hadir Johan Danu, S.IKom, M.IKom selaku Ketua Bidang Sustainability DPW APKASINDO Riau.

 Kegiatan sosialisasi dan pelatihan sertifikasi RSPO tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapan petani Pekaitan dalam menerapkan standar keberlanjutan serta meningkatkan tata kelola perkebunan kelapa sawit rakyat di Riau.

Tags:

APKASINDOApkasindo Riau

Berita Sebelumnya
Petani Sawit Sarawak Didorong Diversifikasi Hadapi Tekanan Pasar Global

Petani Sawit Sarawak Didorong Diversifikasi Hadapi Tekanan Pasar Global

Pekebun kecil kelapa sawit di Sarawak, Malaysia, didorong tidak hanya bergantung pada satu komoditas untuk menjaga ketahanan pendapatan. Diversifikasi tanaman dan hasil pertanian dinilai penting di tengah perubahan persyaratan keberlanjutan sawit serta tuntutan pasar global yang semakin kompleks.

28 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *