KONSULTASI
Logo

Ketua Umum DPP APKASINDO Ajak Kampus di Provinsi Sawit Lakukan Hal Ini

1 Oktober 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Ketua Umum DPP APKASINDO Ajak Kampus di Provinsi Sawit Lakukan Hal Ini
HOT NEWS

sawitsetara.co - Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, mengajak perguruan tinggi, khususnya fakultas teknik di daerah sentra sawit, untuk lebih aktif mendampingi petani dalam menyiapkan infrastruktur perkebunan.

Menurut Gulat, keterlibatan perguruan tinggi menjadi penting karena petani sawit membutuhkan dukungan teknis untuk mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana perkebunan, terutama jalan, jembatan dan kanalisasi.

Hal tersebut disampaikan Gulat saat menanggapi rampungnya penyusunan dokumen Survey, Investigasi dan Desain (SID) Sarpras Jalan Kelompok Tani Kurnia Mamugo Lestari, hasil kolaborasi APKASINDO Riau dengan Fakultas Teknik Universitas Riau (FT UR) dan Fakultas Teknik Universitas Abdurrab.

Dokumen SID tersebut diserahkan dalam agenda Serah Terima Dokumen SID Sarpras Jalan Kelompok Tani Kurnia Mamugo Lestari bersama FT UR, FT Universitas Abdurrab dan APKASINDO Riau di Fakultas Teknik UR, Pekanbaru, Selasa (29/9/2026).

Gulat mengapresiasi kerja sama yang dilakukan APKASINDO Riau bersama perguruan tinggi tersebut. Ia menilai kolaborasi ini merupakan bentuk kerja sama nyata yang dapat menjawab kebutuhan petani sawit di lapangan.

“Sangat mengapresiasi kerja sama antara DPW APKASINDO Riau dengan Fakultas Teknik UR. Ini akan menjadi kerja sama nyata. Petani sawit membutuhkan uluran tangan kampus-kampus di Riau dan 24 provinsi APKASINDO lainnya,” ujar Gulat.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit telah menyiapkan dukungan dana untuk berbagai program sarana dan prasarana perkebunan. Namun, untuk mengakses dukungan tersebut, petani harus memiliki perencanaan teknis yang memenuhi persyaratan, salah satunya dokumen SID.

DPP

“Dana sawit BPDP itu cukup banyak disiapkan untuk program sarpras, khususnya untuk jalan, jembatan, kanalisasi. Tetapi untuk bisa meraih itu dibutuhkan SID, yaitu survey, investigasi dan desain. Pekerjaan ini tidak mungkin dikerjakan petani sawit,” kata Gulat.

Menurutnya, penyusunan SID membutuhkan kompetensi dan sertifikasi teknis tertentu. Karena itu, perguruan tinggi melalui fakultas teknik dinilai memiliki posisi strategis untuk membantu petani menyiapkan dokumen perencanaan yang dibutuhkan.

“Harus yang memiliki sertifikasi dan Fakultas Teknik adalah rumahnya,” ujarnya.

Gulat menilai kondisi tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa realisasi program sarana dan prasarana perkebunan yang bersumber dari dana sawit belum optimal.

“Jadi kalau ditanya mengapa dana sarpras jalan dan jembatan sangat minim realisasinya? Itulah jawabannya,” tegasnya.

Kolaborasi APKASINDO Riau dengan FT UR dan FT Universitas Abdurrab dalam penyusunan SID ini diawali dengan kunjungan APKASINDO yang dipimpin Gulat ke FT UR pada Mei 2026.

Tim perguruan tinggi kemudian melakukan survei, investigasi dan penyusunan desain teknis untuk rencana pembangunan akses jalan perkebunan Kelompok Tani Kurnia Mamugo Lestari sepanjang kurang lebih empat kilometer.

Ketua Tim SID, Prof. Ari Sandia Fitri, mengatakan salah satu tantangan utama dalam perencanaan pembangunan jalan tersebut adalah kondisi tanah yang lunak.

Dalam proses penyusunan SID, tim melakukan empat pekerjaan utama, yakni pengukuran vertikal menggunakan total station, pengukuran menggunakan perangkat GPS, investigasi kondisi tanah, serta penyusunan desain teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Pertama, pengukuran vertikal menggunakan total station. Kedua, pengukuran dengan perangkat GPS. Ketiga, investigasi kondisi tanah. Keempat, penyusunan desain teknis dan RAB,” jelas Ari.

DPP

Penyusunan dokumen berlangsung sekitar empat hingga lima bulan. Tim juga mengambil data pada sejumlah titik di lapangan untuk memastikan rancangan teknis yang dibuat sesuai dengan kondisi aktual.

Dokumen yang telah rampung tersebut kini dapat menjadi acuan teknis bagi konsultan maupun kontraktor apabila pembangunan fisik jalan dilanjutkan.

Dekan FT UR, Prof. Ahmad Fadli, S.T., M.T., PhD, mengatakan kolaborasi dengan APKASINDO tidak harus berhenti pada penyusunan SID.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani.

“Ini bukan berhenti sampai di sini. Ini adalah awal. Saya berharap kegiatan-kegiatan lain ke depan bisa lebih banyak lagi,” kata Ahmad.

Menurutnya, keterlibatan FT UR dalam penyusunan SID tersebut sejalan dengan konsep kampus berdampak, yakni pemanfaatan pengetahuan dan keahlian akademik untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Ahmad juga mengapresiasi APKASINDO yang telah memberikan kepercayaan kepada perguruan tinggi untuk terlibat dalam perencanaan teknis pembangunan infrastruktur perkebunan.

Sementara itu, Head of International Relation DPP APKASINDO, Dr. Djono A. Burhan, mengatakan pembangunan akses jalan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi petani sawit, khususnya petani swadaya.

Kondisi jalan yang kurang memadai dapat memengaruhi biaya dan waktu pengangkutan hasil kebun dari lokasi perkebunan menuju titik pengumpulan maupun pengolahan.

“Jalan ini menjadi harapan bagi petani swadaya karena biayanya mahal dan membutuhkan kemampuan teknis yang spesifik,” ujar Djono.

Ia mengatakan, sesuai arahan Ketua Umum DPP APKASINDO, pembangunan akses jalan yang lebih baik diharapkan dapat membantu petani menekan biaya angkutan sekaligus mempercepat mobilitas hasil perkebunan.

DPP

“Kalau jalannya bagus, mudah-mudahan bisa menurunkan biaya petani dan mengurangi waktu perjalanan,” katanya.

Djono menambahkan, APKASINDO ingin menjadikan kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai kerja sama jangka panjang. Penyusunan SID jalan Kelompok Tani Kurnia Mamugo Lestari diharapkan menjadi contoh awal kolaborasi yang dapat direplikasi untuk kebutuhan infrastruktur petani di daerah lainnya.

Agenda serah terima tersebut turut dihadiri sejumlah civitas akademika FT UR dan FT Universitas Abdurrab.

Dari APKASINDO hadir Wasekjend II DPP APKASINDO Dr. Eko Jaya Siallagan, SP., M.Si., C.APO, Wasekjend III Dr. Mulono Apriyanto, S.TP., MP., C.APO, Anggota Departemen Bidang Peremajaan Sawit Rakyat Hendra P. Siahaan, SP., M.Si., serta Ketua Bidang Penelitian dan Keberlanjutan DPP APKASINDO Dr. Riyadi Mustofa, SE., M.Si., C.EIA, yang juga menjabat sebagai Ketua LPPM Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI).

Turut hadir Sekretaris LPPM UPBI Jusmarni, S.E., M.Ak., dan Ketua Bidang Promosi UPBI Mulyani Rudi Muin, S.H., M.H.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
Harga TBS Mitra Swadaya Papua Turun hingga Rp42,37 per Kilogram

Harga TBS Mitra Swadaya Papua Turun hingga Rp42,37 per Kilogram

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun Mitra Swadaya di Provinsi Papua mengalami penurunan pada seluruh komposisi varietas tanaman untuk periode II September 2026.

30 September 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *