KONSULTASI
Logo

Kaltim Bidik Kesetaraan Harga TBS Pekebun Swadaya dan Plasma

7 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Kaltim Bidik Kesetaraan Harga TBS Pekebun Swadaya dan Plasma

sawitsetara.co - SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan kebijakan untuk menyetarakan harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pekebun swadaya dengan pekebun plasma. Kebijakan itu diarahkan untuk memperluas manfaat ekonomi sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun mandiri.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan kesetaraan harga diperlukan karena sebagian besar pekebun swadaya selama ini tidak memperoleh kepastian harga seperti pekebun yang terikat kemitraan plasma.

“Kami terus berupaya memberikan yang terbaik. Melalui kebijakan penyetaraan harga ini, jika pekebun plasma menikmati harga berkisar Rp3.600 per kilogram, maka pekebun mandiri juga harus mendapatkan harga yang sama,” ujar Seno di Samarinda, Selasa (6/10/2026).

Menurut data terbaru Dinas Perkebunan Kaltim, harga TBS sawit untuk tanaman berumur 10–20 tahun pada periode berjalan mencapai Rp3.617,55 per kilogram. Harga tersebut menguat seiring kenaikan harga rata-rata crude palm oil (CPO) yang mencapai Rp15.471 per kilogram.

Namun, mekanisme harga yang ditetapkan pemerintah selama ini lebih mengikat bagi pekebun plasma yang memiliki hubungan kemitraan resmi. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan pekebun swadaya juga memperoleh nilai jual yang setara.

apkasindo

Di Kaltim, luas perkebunan sawit swadaya telah mencapai 506.929 hektare. Besarnya luasan tersebut membuat kebijakan harga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat sektor perkebunan.

Seno mengatakan penyetaraan harga TBS juga berkaitan dengan agenda transformasi ekonomi Kaltim. Pemerintah daerah ingin mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam tak terbarukan dan memperkuat sektor perkebunan yang memiliki rantai nilai jangka panjang.

Kebijakan itu semakin strategis karena sawit diproyeksikan menjadi salah satu komoditas penting dalam hilirisasi energi nasional, termasuk melalui implementasi biodiesel B50.

“Sesuai program Presiden bahwa sawit bisa dikembangkan menjadi produk turunan B50. Tentu ini akan meningkatkan harga jual TBS sawit ke depan,” kata Seno.

apkasindo

Pernyataan tersebut disampaikan Seno setelah membuka Pelatihan Pembenihan dan Teknologi Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan di Samarinda. Pelatihan bertema “Petani Sawit Sukses Menuju Generasi Emas” itu diinisiasi oleh DPP Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kaltim dan berlangsung pada 6–7 Oktober 2026.

Ketua DPP FPKS Kaltim Kasbudi mengatakan peningkatan kapasitas pekebun menjadi bagian penting untuk menangkap peluang pengembangan komoditas sawit. Menurut dia, pekebun perlu mengadopsi teknologi modern agar produktivitas dan mutu kebun meningkat.

“Program komoditas sawit menjadi perhatian serius Presiden Prabowo agar bisa dikembangkan di seluruh provinsi. Kami berupaya menangkap peluang tersebut sekaligus mendukung program pemerintah melalui peningkatan mutu kebun,” ujar Kasbudi.

Selain pelatihan, FPKS Kaltim dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit di daerah.

Dalam kegiatan yang sama, Seno Aji menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pekebun sawit teladan di Kaltim.

Upaya penyetaraan harga TBS tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah untuk memastikan pertumbuhan industri sawit tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi pekebun, terutama mereka yang mengelola kebun secara swadaya.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Unilak Sambut 90 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP 2026, Ini Pesan APKASINDO

Unilak Sambut 90 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP 2026, Ini Pesan APKASINDO

Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) menyambut 90 mahasiswa penerima Beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Tahun 2026 melalui kegiatan Penyambutan dan Kuliah Umum di Kampus Unilak, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Generasi Emas Sawit Indonesia: Kebijakan, Manajemen, dan Pengembangan SDM untuk Sawit Berkelanjutan”.

5 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *