KONSULTASI
Logo

Jangan Dibuang, Batang Sawit Bisa Hasilkan hingga Rp200 Juta per Hektare

14 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Jangan Dibuang, Batang Sawit Bisa Hasilkan hingga Rp200 Juta per Hektare

sawitsetara.co - BANDA ACEH — Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh mendorong pekebun kelapa sawit tidak hanya bergantung pada hasil tandan buah segar (TBS). Berbagai bagian tanaman dan sumber daya di sekitar kebun dinilai bisa diolah menjadi sumber pendapatan tambahan.

Pelaksana Tugas Kepala Distanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, mengatakan peluang itu salah satunya terdapat pada batang sawit yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah setelah tanaman ditebang.

Dalam pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang digelar di Hotel Mekkah dan secara daring dari Hotel Amel, Banda Aceh, Azanuddin mengangkat tema “Pemanfaatan Limbah Batang Sawit sebagai Alternatif Ekonomi Baru”.

Menurut dia, batang sawit yang telah ditebang masih memiliki nilai ekonomi. Salah satu potensinya adalah mengambil nira untuk bahan baku gula sawit.

Azanuddin memperkirakan satu batang sawit dapat menghasilkan sekitar 5-15 liter nira per hari selama kurang lebih dua bulan. Dengan asumsi produksi minimal 5 liter per hari, satu batang dapat menghasilkan sekitar 300 liter nira selama periode tersebut.

“Kalau dimanfaatkan dengan baik, ini bisa menjadi sumber pendapatan. Bahkan potensinya bisa mencapai Rp60 juta sampai Rp200 juta per hektare dalam dua bulan,” ujar Azanuddin.

apkasindo

Ia mengatakan peluang ekonomi tidak berhenti pada batang. Pelepah sawit, misalnya, dapat diolah menjadi lidi sawit. Sementara daun sawit dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak melalui pengolahan sederhana.

Bagi Azanuddin, pemanfaatan sumber daya kebun juga penting untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan pekebun. Ia mendorong pekebun memproduksi pupuk organik secara mandiri dari bahan yang tersedia di sekitar kebun.

“Jangan semua harus kita beli di pasar. Saya yakin para pekebun mampu membuatnya,” katanya.

Lahan di antara tanaman sawit juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga. Azanuddin menyebut bayam, sawi, ubi kayu, kacang panjang dan cabai sebagai sejumlah tanaman yang bisa dikembangkan.

Menurut dia, hasil dari pemanfaatan lahan tersebut dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga. Dana yang sebelumnya digunakan membeli kebutuhan pangan bisa dialihkan untuk pendidikan anak, kesehatan maupun tabungan.

“Tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau bergerak. Tidak ada seribu langkah tanpa satu langkah dan tidak ada satu miliar tanpa satu rupiah,” ujarnya.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Mahasiswa USU Angkat Potensi POME Lewat Infografis, Raih Dua Penghargaan di Kompetisi Internasional

Mahasiswa USU Angkat Potensi POME Lewat Infografis, Raih Dua Penghargaan di Kompetisi Internasional

Dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) mengolah isu limbah sawit menjadi karya berbasis data. Theodora Sibuea dan Edric Roland Li, mahasiswa stambuk 2023, berhasil meraih Juara Harapan 2 sekaligus Favorite Infographic dalam Dokter Data International Statistic Competition 2026.

12 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *