KONSULTASI
Logo

Indonesia-Nigeria Perluas Kerja Sama Energi, dari Biodiesel hingga Investasi Migas

18 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Indonesia-Nigeria Perluas Kerja Sama Energi, dari Biodiesel hingga Investasi Migas

sawitsetara.co - JAKARTA — Indonesia dan Nigeria membuka ruang kerja sama yang lebih luas di sektor energi. Selain membahas pasokan minyak mentah dan investasi blok migas, kedua negara mendorong kolaborasi dalam industri kelapa sawit dan biodiesel.

Pembahasan itu berlangsung dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno ke Nigeria pada 7-10 September 2026. Havas bertemu dengan Menteri Luar Negeri Nigeria Bianca O. Odumegwu-Ojukwu, Menteri Perminyakan Heineken Lokpobiri, serta pimpinan Nigerian National Petroleum Corporation (NNPC) dan Nigerian Upstream Petroleum Regulatory Commission (NUPRC).

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyambut usulan pembentukan Kemitraan Energi Strategis RI-Nigeria. Kemitraan itu mencakup suplai langsung minyak mentah ke Indonesia, investasi pada blok-blok migas Nigeria, serta peningkatan kapasitas.

Nigeria menyatakan siap melanjutkan pembahasan mengenai pembelian langsung minyak mentah oleh Indonesia. Peluang investasi Pertamina pada blok migas Nigeria juga masuk dalam pembahasan.

apkasindo

NNPC dan Pertamina selanjutnya akan membahas aspek teknis melalui pertukaran focal point dan pembentukan working group. Nigeria juga menawarkan kesempatan kepada Pertamina untuk ikut mengembangkan blok-blok migas di negara tersebut.

Havas mengatakan kerja sama tersebut penting bagi Indonesia untuk memperluas sumber energi sekaligus membuka peluang investasi jangka panjang.

"Indonesia membutuhkan sumber energi yang aman dan terdiversifikasi. Nigeria adalah mitra penting untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, sekaligus membuka peluang investasi upstream pada jangka panjang, khususnya bagi Pertamina," ujar Havas, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri.

Di luar sektor minyak dan gas, Indonesia dan Nigeria juga melihat peluang kerja sama pada industri kelapa sawit dan biodiesel. Kedua pihak sepakat mendorong pertukaran pengalaman dan peningkatan kapasitas.

Kerja sama tersebut akan dilakukan melalui pelatihan teknis dan pendidikan. Pertukaran pengetahuan diharapkan menjadi bagian dari penguatan kapasitas kedua negara dalam pengembangan sektor sawit dan biodiesel.

Dengan demikian, agenda energi dalam hubungan Indonesia-Nigeria tidak hanya diarahkan pada perdagangan minyak mentah dan investasi hulu migas. Pengembangan biodiesel serta industri kelapa sawit turut menjadi bidang yang akan diperkuat melalui kerja sama teknis dan peningkatan kapasitas.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Sawit Tetap Jadi Minyak Nabati Strategis, Ini Tiga Keunggulannya

Sawit Tetap Jadi Minyak Nabati Strategis, Ini Tiga Keunggulannya

Popularitas minyak sawit tidak terlepas dari karakteristik tanamannya yang produktif, fleksibel dalam pemanfaatan serta memiliki nilai ekonomi yang besar bagi negara produsen, termasuk Indonesia.

17 September 2026Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *