KONSULTASI
Logo

Bukan Cuma Bebas Deforestasi, Sawit Rakyat Kaltim Didorong Hemat Karbon

18 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Bukan Cuma Bebas Deforestasi, Sawit Rakyat Kaltim Didorong Hemat Karbon

sawitsetara.co - SAMARINDA — Kalimantan Timur tidak hanya menghadapi tuntutan ketelusuran lahan dalam pengembangan sawit rakyat, tetapi juga tantangan menekan emisi dari proses produksi hingga hilir. Yayasan Mitra Hijau (YMH) mendorong agar pemenuhan regulasi keberlanjutan sawit berjalan beriringan dengan transisi energi berkeadilan.

Direktur Eksekutif YMH Doddy S. Sukadri mengatakan, ketelusuran komoditas sawit perlu ditempatkan dalam konteks transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon.

“Ketelusuran komoditas tidak boleh dilepaskan dari konteks Transisi Energi Berkeadilan,” kata Doddy dalam tulisannya, “Integrasi Transisi Energi Berkeadilan dan Sistem Ketelusuran pada Komoditas Kelapa Sawit dan Kopi di Provinsi Kalimantan Timur” yang dipublikasi Kaltimtoday.co, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, tantangan tersebut semakin penting bagi Kalimantan Timur yang tengah mendorong transformasi ekonomi dari ketergantungan terhadap sektor ekstraktif batu bara menuju ekonomi hijau.

Sawit menjadi salah satu komoditas yang memiliki posisi penting dalam proses tersebut. Dari sekitar 1,5 juta hektare lahan sawit di Kalimantan Timur, sekitar 220.245 hektare dikelola secara mandiri oleh petani swadaya.

Sektor sawit rakyat itu disebut mampu menghasilkan hingga 21 juta ton TBS per tahun. Aktivitasnya juga ditopang 106 PKS aktif serta melibatkan sedikitnya 368.000 petani dan buruh kebun lokal.

Namun, menurut YMH, proses produksi sawit rakyat hingga hilir masih memiliki ketergantungan terhadap energi fosil. Karena itu, penguatan ketelusuran sawit perlu dibarengi dengan upaya meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi.

“Bersama Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan PPSDM KEBTKE, YMH telah menginisiasi program pelatihan efisiensi energi dan audit energi industri mikro/PKS,” ujarnya.

apkasindo

Program tersebut diarahkan agar komoditas perkebunan rakyat tidak hanya memenuhi aspek bebas deforestasi, tetapi juga memiliki proses produksi yang lebih rendah emisi.

Doddy menjelaskan, agenda tersebut dapat dikembangkan melalui koperasi petani. Koperasi tani berbadan hukum didorong menjadi agregator rantai pasok sekaligus wadah penerapan teknologi pengolahan yang lebih hemat energi.

Untuk sektor sawit, salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi. Pendekatan ini dapat dikaitkan dengan pengembangan hilirisasi rendah karbon berbasis koperasi.

Di sisi lain, digitalisasi ketelusuran juga dinilai dapat membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat pedesaan.

“Digitalisasi ketelusuran dan audit energi ini dapat melahirkan ekosistem green jobs bagi generasi muda pedesaan, mulai dari enumerator pemetaan poligon spasial hingga operator energi terbarukan yang bisa dilaksanakan di koperasi-koperasi petani sawit dan kopi rakyat,” kata Doddy.

apkasindo

YMH juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama pemerintah kabupaten/kota membangun Satu Data Perkebunan Kaltim yang memuat data spasial lahan rakyat terverifikasi.

Data tersebut selanjutnya diusulkan terintegrasi dengan Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (SIPERIBUN) nasional sehingga status dan ketelusuran komoditas sawit rakyat dapat diverifikasi.

Menurut Doddy, penguatan data, penyelesaian persoalan tenurial, efisiensi energi, serta pengembangan pekerjaan hijau perlu berjalan secara bersamaan agar transformasi ekonomi Kalimantan Timur tidak meninggalkan petani sawit rakyat.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Sawit Tetap Jadi Minyak Nabati Strategis, Ini Tiga Keunggulannya

Sawit Tetap Jadi Minyak Nabati Strategis, Ini Tiga Keunggulannya

Popularitas minyak sawit tidak terlepas dari karakteristik tanamannya yang produktif, fleksibel dalam pemanfaatan serta memiliki nilai ekonomi yang besar bagi negara produsen, termasuk Indonesia.

17 September 2026Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *