
sawitsetara.co - SINTANG — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, turun dari Rp3.470 menjadi sekitar Rp3.005 per kilogram. Petani menduga gangguan distribusi akibat kemarau dan kondisi cuaca berasap ikut menekan harga jual sawit di tingkat pekebun.
Jaka, petani sawit asal Desa Sungai Risap, Kecamatan Binjai, mengatakan penurunan harga tersebut terjadi ketika pengiriman hasil produksi menghadapi kendala. Ia menyampaikan keluhan itu saat berbincang di sebuah lapak pedagang kaki lima di Jalan Brigjend Katamso, Sintang, Kamis (8/10/2026).
Menurut Jaka, kondisi perairan yang tidak mendukung menghambat pengangkutan hasil sawit menggunakan tongkang. Akibatnya, pengiriman harus lebih mengandalkan jalur darat.
“Rp3.470 turun jadi Rp3.005. Pengaruh air nih karena dia mau ngirim pakai tongkang kan gak bisa, otomatis ngirim pakai dari darat semua. Dari darat kalau lewat air kan gak bisa,” kata Jaka.
Ia menjelaskan, perubahan jalur pengiriman membuat distribusi hasil produksi tidak berjalan seperti biasanya. Ketika jalur air terkendala, pabrik harus mengandalkan angkutan darat untuk mengirimkan hasil produksinya.
Kondisi tersebut, menurut Jaka, turut memengaruhi aktivitas pembelian TBS dari petani. Keterlambatan pengiriman menyebabkan stok sawit menumpuk di pihak pabrik. Penumpukan itu kemudian berdampak pada kemampuan pabrik menyerap hasil panen pekebun.
Bagi petani, gangguan penyerapan menjadi persoalan karena berpengaruh terhadap harga jual TBS. Penurunan dari Rp3.470 menjadi Rp3.005 per kilogram membuat pendapatan petani berkurang untuk setiap kilogram sawit yang dijual.
Jaka berharap distribusi hasil sawit segera kembali normal. Dengan pengiriman yang lancar, ia berharap pabrik dapat meningkatkan penyerapan TBS sehingga harga jual di tingkat petani kembali membaik.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *