KONSULTASI
Logo

Guru Besar ITS Kembangkan Benwit, Bensin Bio-Gasolin Berbasis Minyak Sawit

16 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Guru Besar ITS Kembangkan Benwit, Bensin Bio-Gasolin Berbasis Minyak Sawit

sawitsetara.co – Kelapa sawit tak hanya menjadi komoditas andalan Indonesia untuk menghasilkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Komoditas ini kini terus dikembangkan sebagai bahan baku energi terbarukan, salah satunya menjadi bensin bio-gasolin berbasis minyak sawit melalui inovasi bernama Benwit.

Inovasi tersebut dikembangkan Guru Besar Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. Eng. Hosta Ardhyananta, S.T., M.Sc. Menurut Hosta, karakteristik kelapa sawit membuat tanaman tersebut memiliki prospek besar sebagai sumber bahan bakar nabati terbarukan.

“Sawit juga memiliki ketahanan yang kuat terhadap berbagai iklim, bisa dipanen dalam waktu 3 tahun dan menghasilkan panen hingga 12 kali dalam setahun,” ujar Hosta.

Hosta menjelaskan, kelapa sawit memiliki keunggulan dari sisi produktivitas dan efisiensi ekonomi. Tanaman ini mampu menghasilkan minyak dalam volume tinggi sehingga berpotensi menjadi salah satu sumber bahan baku energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Potensi tersebut semakin strategis karena Indonesia merupakan salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Ketersediaan bahan baku dari dalam negeri dinilai dapat menjadi modal penting dalam pengembangan bahan bakar nabati berskala nasional.

“Potensi tersebut menjadi landasan kuat untuk mengembangkan bahan bakar nabati skala nasional,” kata Hosta.

apkasindo

Pengembangan Benwit menjadi salah satu inovasi yang dibahas dalam agenda PTGC, yang mempertemukan dunia industri dan akademik untuk membahas tantangan energi sekaligus peluang pengembangan teknologi di Indonesia.

Melalui inovasi tersebut, minyak berbasis sawit tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan produk pangan dan industri, tetapi juga dikembangkan menjadi bahan baku bio-gasolin atau bensin berbasis sumber daya terbarukan.

Pengembangan teknologi seperti Benwit menjadi bagian dari upaya mencari sumber energi alternatif di tengah kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri juga dinilai penting untuk mempercepat proses pengembangan teknologi hingga dapat diterapkan secara lebih luas.

Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto, mengatakan tantangan energi Indonesia tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan. Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang harus diperhatikan, yakni security, affordability, dan sustainability.

“Jadi, kolaborasi riset dapat mempertemukan kebutuhan industri dengan perkembangan teknologi di kampus,” ujar Joko.

apkasindo

Joko menambahkan, Pertamina terus mengembangkan berbagai lini bisnis rendah karbon sebagai bagian dari diversifikasi energi. Sejumlah pengembangan tersebut antara lain biodiesel B50, bioetanol seperti Pertamax Green, diesel hidrokarbon berbasis sawit, hingga pemanfaatan minyak jelantah.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak hanya bertumpu pada satu jenis teknologi maupun bahan baku. Berbagai sumber daya domestik dikembangkan untuk menghasilkan energi alternatif yang lebih berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Benwit menjadi salah satu contoh bagaimana riset perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas domestik.

Menariknya, pengembangan Benwit juga membawa prinsip zero waste yang dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Dengan demikian, pengembangan bahan bakar berbasis sawit tidak hanya diarahkan pada aspek energi, tetapi juga pada pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Inovasi Benwit sekaligus membuka peluang baru bagi kelapa sawit Indonesia. Dari komoditas penghasil minyak nabati, sawit berpotensi dikembangkan lebih jauh menjadi bagian dari ekosistem energi terbarukan nasional.

Tags:

Bensin Sawit

Berita Sebelumnya
NEXT Indonesia Center Dorong Audit Transaksi CPO untuk Ungkap Dugaan Underinvoicing

NEXT Indonesia Center Dorong Audit Transaksi CPO untuk Ungkap Dugaan Underinvoicing

NEXT Indonesia Center mendorong pemerintah memperkuat pemeriksaan dugaan transfer pricing dan underinvoicing minyak sawit mentah atau CPO dengan melakukan audit hingga tingkat transaksi. Penelusuran, menurut lembaga tersebut, tidak cukup hanya berdasarkan temuan perbedaan harga ekspor.

15 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *