KONSULTASI
Logo

Gestapson, S.H. Terpilih Pimpin DPD APKASINDO Pesisir Selatan, Diminta Rangkul Seluruh Petani

1 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Gestapson, S.H. Terpilih Pimpin DPD APKASINDO Pesisir Selatan, Diminta Rangkul Seluruh Petani

sawitsetara.co - PESISIR SELATAN — Musyawarah Daerah (Musda) DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, menetapkan Gestapson, S.H. sebagai ketua untuk periode kepengurusan mendatang.

Ketua DPW APKASINDO Sumatera Barat, Jufri Nur, S.E., M.M., mengucapkan selamat kepada Gestapson atas amanah yang diberikan melalui Musda. Ia meminta seluruh keluarga besar APKASINDO dan petani kelapa sawit di Pesisir Selatan kembali bersatu setelah seluruh rangkaian Musda berakhir.

Menurut Jufri, berakhirnya Musda harus menjadi awal konsolidasi, bukan perpanjangan perbedaan. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi kelompok yang merasa menang ataupun kalah.

“Musda telah selesai. Sekarang tidak ada lagi kelompok yang menang ataupun kalah dan tidak ada lagi kubu-kubuan. Yang harus menang adalah petani sawit Pesisir Selatan. Ketua yang telah mendapatkan amanah melalui Musda harus kita dukung bersama untuk menjalankan roda organisasi dan memperjuangkan kepentingan petani,” ujar Jufri Nur kepada sawitsetara.co, Selasa (1/9/2026).

apkasindo

Jufri juga meminta Gestapson merangkul seluruh pihak, termasuk mereka yang sebelumnya berbeda pendapat dan pilihan dalam Musda. Kepemimpinan baru, kata dia, harus mampu menjadikan APKASINDO sebagai rumah bersama bagi petani sawit Pesisir Selatan.

“Jadilah Ketua bagi seluruh petani sawit Pesisir Selatan. Rangkul yang berbeda, dengarkan kritik dan buka pintu APKASINDO seluas-luasnya. Setelah Musda, tugas kita bukan lagi berbicara siapa mendukung siapa, tetapi apa yang bisa kita kerjakan untuk kesejahteraan petani,” tegas Jufri.

Ia menyebut salah satu pekerjaan utama yang dititipkan DPW kepada kepengurusan baru adalah memperjuangkan kepentingan petani sawit swadaya. Persoalan yang perlu mendapat perhatian antara lain transparansi dan keadilan harga tandan buah segar (TBS), potongan, rantai pemasaran, hingga posisi tawar petani terhadap pabrik kelapa sawit (PKS).

“Kalau ada petani swadaya yang menghadapi persoalan harga TBS, APKASINDO harus hadir. Kita ingin perusahaan maju, PKS berkembang dan investasi tumbuh, tetapi petani juga wajib mendapatkan kesejahteraan dan harga yang layak atas hasil kebunnya,” katanya.

apkasindo

Selain memperkuat advokasi petani, Jufri meminta kepengurusan DPD APKASINDO Pesisir Selatan di bawah Gestapson membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, koperasi, kelompok tani, PKS, serta seluruh pemangku kepentingan.

Menurut dia, organisasi petani tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi diperlukan agar berbagai persoalan yang dihadapi petani sawit dapat ditangani secara lebih konkret, terutama menyangkut kesejahteraan dan penguatan posisi petani dalam rantai usaha sawit.

Semangat International Oil Palm Smallholder (IOPS) Forum 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, juga diharapkan tidak berhenti di forum internasional tersebut. Jufri meminta semangat konsolidasi dan perjuangan petani sawit yang mengemuka dalam forum itu dibawa ke daerah, termasuk Pesisir Selatan.

Terlebih, Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, terpilih sebagai Presiden World Coalition of Oil Palm Smallholders atau Koalisi Petani Sawit Dunia. Menurut Jufri, posisi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi keluarga besar APKASINDO untuk memperkuat perjuangan petani dari daerah hingga tingkat internasional.

“Musda sudah selesai. Sekarang waktunya bekerja. Tinggalkan perbedaan, satukan kekuatan. Petani bersatu, APKASINDO kuat. Harga TBS berkeadilan, petani sejahtera,” tutup Jufri Nur.

Tags:

APKASINDOBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Saat Sawit Tak Sekadar CPO, RSI Dorong Perkebunan Jadi Basis Kedaulatan Pangan dan Energi

Saat Sawit Tak Sekadar CPO, RSI Dorong Perkebunan Jadi Basis Kedaulatan Pangan dan Energi

Potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui pengelolaan lahan yang lebih produktif, termasuk pengembangan tanaman pangan seperti jagung dan singkong melalui pola tumpangsari, serta pemanfaatan lahan secara berkelanjutan untuk peternakan dan hortikultura.

31 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *