
sawitsetara.co - NUSANTARA — Gelaran International Oil Palm Smallholders (IOPS) Forum 2026 mendapat respons positif dari delegasi petani sawit internasional. Agenda yang ditaja DPP APKASINDO dan didukung BPDP tersebut berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN), 27-29 Agustus 2026.
Forum ini mempertemukan petani sawit dari berbagai negara dan dinilai bukan sekadar ruang bertukar pengalaman, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat posisi petani sawit dalam menentukan arah masa depan industri.
Assoc. Prof. Dr. Benchamaporn Pimpa dari The Krabi Oil Palm Farmers Cooperative Federation Limited, Thailand, mengatakan IOPS Forum memberikan banyak manfaat bagi petani sawit dan organisasi pekebun kecil. Menurut dia, pertemuan tersebut membuka kesempatan bagi peserta untuk bertukar gagasan sekaligus mempelajari pengalaman pengelolaan sawit dari negara lain.
“Saya pikir acara ini sangat berguna bagi petani kecil dan perusahaan pembeli kecil. Kita dapat bertukar banyak ide dan kita dapat belajar satu sama lain,” kata Benchamaporn saat berkunjung ke Taman Kusuma Bangsa, IKN, sebagai rangkaian dari agenda, Jumat (28/8/2026).
Ia menilai pertukaran pengalaman dalam forum tersebut juga dapat menjadi bahan bagi Thailand untuk menyesuaikan berbagai kegiatan yang dilakukan petani sawit. Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah pertukaran mengenai perubahan budaya dan aktivitas yang berkaitan dengan perubahan tersebut.
“Kita dapat belajar tentang perubahan budaya, kita juga memiliki aktivitas perubahan budaya. Ini akan membawa banyak informasi yang berguna untuk menyesuaikan aktivitas kita di Thailand,” ujarnya.
Menurut Benchamaporn, pengalaman yang dibagikan peserta dari berbagai negara tidak berhenti pada forum, melainkan dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara. Ia berharap pengalaman Thailand yang dibagikan dalam forum juga dapat memberikan manfaat bagi petani kecil di negara lain.
“Saya harap pengalaman yang kami bagikan akan berguna bagi perusahaan pembeli kecil di seluruh dunia,” katanya.
Pandangan lebih luas disampaikan Presiden National Palm Produce Association of Nigeria (NPPAN), Amb. Alphonsus G. Inyang, Ph.D. Ia menyebut kehadirannya dalam IOPS Forum 2026 sebagai sesuatu yang sangat baik bagi industri kelapa sawit.
Menurut Inyang, forum tersebut menunjukkan adanya upaya mempertemukan petani kecil dari berbagai belahan dunia dalam satu wadah. Ia mengaku bangga melihat inisiatif yang membawa kepentingan petani sawit kecil ke tingkat internasional.
“Mereka mengumpulkan petani kecil dari seluruh dunia untuk bergabung di sini. Pertemuan seperti ini memberi saya rasa bangga. Sebagai petani kecil di Nigeria, di Afrika, saya merasa sangat bangga terhadap petani kecil ini atas cara mereka membawa aktivitas petani kecil di seluruh dunia,” kata Inyang saat diwawancarai di depan Istana Negara, IKN.
Ia melihat forum tersebut memiliki prospek panjang. Bahkan, Inyang berharap IOPS dapat terus berlangsung dan berkembang hingga puluhan bahkan ratusan tahun mendatang. “Saya berharap untuk melihat forum ini dibicarakan setelah 50 tahun, 100 tahun, setelah kita tidak ada lagi di sini,” ujarnya.
Bagi Inyang, keberlanjutan forum tersebut penting karena petani kecil memiliki posisi strategis dalam perkembangan dan kesejahteraan sektor kelapa sawit dunia. Ia menilai jumlah petani kecil yang terlibat dalam industri jauh lebih besar dibandingkan pemain besar.
“Petani kecil memiliki kunci untuk pangan, kunci untuk kemanusiaan, kunci untuk kesejahteraan, dan kunci untuk kebaikan umum,” katanya.
Karena itu, ia mendorong agar kepentingan petani kecil ditempatkan sebagai salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan industri sawit. Menurut dia, banyaknya masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor tersebut membuat kesejahteraan petani kecil berkaitan langsung dengan masa depan industri.
Dorong Struktur IOPS yang Lebih Kuat
Inyang juga menyampaikan gagasan agar IOPS ke depan memiliki struktur organisasi dan tata kelola yang semakin kuat serta mampu menjangkau negara-negara produsen sawit di dunia.
Ia berharap forum internasional petani sawit kecil dapat berkembang menjadi organisasi dengan kekuatan yang cukup besar untuk memastikan suara petani diperhitungkan dalam kebijakan sawit global.
“Pada masa depan, saya ingin melihat struktur yang tepat, struktur pemerintahan yang tepat untuk memiliki forum, yaitu Forum International Oil Palm Smallholders, yang akan menjadi sebuah kekuatan yang sangat kuat, sebuah organisasi yang sangat besar, yang tidak akan ada pemerintah di negara-negara produsen atau bahkan negara-negara pengguna oil palm yang akan membuat kebijakan tanpa mempertimbangkan kepentingan petani kecil,” kata Inyang.
Menurut dia, penguatan organisasi membutuhkan struktur yang mampu menghubungkan petani dan organisasi mereka lintas negara. Dengan demikian, kepentingan petani kecil tidak hanya menjadi bagian dari pembahasan industri, tetapi ikut memengaruhi kebijakan yang berkaitan dengan produksi, perdagangan, keberlanjutan, dan kesejahteraan.
“Untuk memulainya, kita perlu memiliki struktur yang tepat, struktur pemerintahan yang tepat di tempat yang akan terhubung di seluruh negara di dunia,” ujarnya.
Inyang melihat IOPS sebagai embrio bagi terbentuknya kekuatan kolektif petani sawit dunia. Ia optimistis forum tersebut dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi petani kecil sekaligus bagi industri kelapa sawit secara keseluruhan.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *