
sawitsetara.co - NUSANTARA — Produktivitas kelapa sawit tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah pupuk yang diberikan. Kondisi tanah dan kesehatan zona perakaran menjadi faktor penting agar tanaman mampu menyerap nutrisi secara efisien.
Hal itu disampaikan Leslie dari MATA (Xiamen) Eco Co., Ltd. Dalam International Oil Palm Smallholders Forum (IOPS Forum) 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam forum tersebut, MATA memaparkan pentingnya kesehatan tanah sebagai fondasi produktivitas kelapa sawit.
Menurut Leslie, budidaya sawit dalam jangka panjang dapat menguras unsur hara tanah. Pengambilan nutrisi secara terus-menerus membuat ketersediaan kation basa menurun. Di sisi lain, pemadatan tanah, pengasaman dan rendahnya kapasitas tukar kation atau CEC dapat membatasi perkembangan akar aktif.
“Pertanyaannya bukan hanya berapa banyak pupuk yang kita berikan, tetapi seberapa efisien tanaman sawit dapat menggunakannya,” kata Leslie dalam paparannya, Kamis (27/8/2026).
Ia menjelaskan, tingkat keasaman tanah atau pH secara langsung memengaruhi ketersediaan unsur hara. Pada tanah yang terlalu asam, sejumlah unsur seperti kalsium, magnesium dan fosfor dapat terikat sehingga sulit diserap tanaman, meskipun pupuk telah diberikan dalam jumlah besar.
Karena itu, MATA menawarkan pendekatan perbaikan kondisi tanah dengan memanfaatkan cangkang tiram sebagai sumber mineral berbasis kalsium. Bahan tersebut diproses dalam bentuk granular maupun bubuk untuk dikembangkan sebagai solusi pertanian.
Menurut Lesley, bahan berbasis cangkang tiram tersebut memiliki struktur mikropori yang dapat membantu menggemburkan tanah dan menyerap zat beracun. Produk juga memiliki pH sekitar 8–10 serta mengandung kalsium, magnesium dan sejumlah unsur mikro.
Pendekatan itu diarahkan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi zona perakaran, menyediakan kalsium dan magnesium, membantu ketersediaan serta penyerapan nutrisi, dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan tanaman serta produktivitas tandan buah segar (TBS).
Karena itu, MATA (Xiamen) Eco Co., Ltd. .memperkenalkan produk berbasis cangkang tiram yang dikembangkan sebagai pembenah tanah untuk membantu memperbaiki kondisi tanah dan zona perakaran tanaman kelapa sawit.
Produk MATA dibuat dari cangkang tiram yang diproses menjadi bahan mineral dan tersedia dalam bentuk granul maupun bubuk. Bahan tersebut mengandung kalsium dan magnesium serta memiliki pH sekitar 8–10. Struktur mikroporinya dikembangkan untuk membantu memperbaiki kondisi tanah dan mendukung lingkungan perakaran.
Menurut Leslie, pendekatan tersebut dapat membantu menyediakan kalsium dan magnesium, memperbaiki kondisi tanah, mendukung ketersediaan unsur hara serta meningkatkan kemampuan tanaman menyerap nutrisi.
Dengan kondisi perakaran yang lebih baik, penggunaan pupuk diharapkan menjadi lebih efisien. Dampak akhirnya diarahkan pada pertumbuhan tanaman yang lebih sehat dan peningkatan produktivitas tandan buah segar (TBS).
Bukan Sekadar Produk
MATA menilai persoalan tanah di perkebunan sawit tidak bisa diselesaikan dengan satu resep yang berlaku untuk semua lokasi. Karakteristik tanah, umur tanaman, curah hujan, pola pemupukan dan praktik pengelolaan kebun harus diperhitungkan.
“Solusi harus divalidasi berdasarkan kondisi lokal,” kata Leslie.
Karena itu, MATA menawarkan pengujian melalui uji coba lapangan sebelum penerapan lebih luas. Pengujian tersebut mencakup pendampingan aplikasi, koordinasi teknis serta pengumpulan data untuk melihat efektivitas produk pada kondisi kebun yang berbeda.
“Kami ingin membangun kisah sukses lokal bersama para pekebun Indonesia,” ujar Leslie.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *