KONSULTASI
Logo

Dalam Rangka HUT ke-26, APKASINDO Luncurkan Novel Kisah Cinta Petani Sawit Indonesia

6 Juni 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Dalam Rangka HUT ke-26, APKASINDO Luncurkan Novel Kisah Cinta Petani Sawit Indonesia
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), organisasi petani sawit terbesar di Indonesia tersebut tengah menyiapkan peluncuran sebuah novel berjudul “Kisah Cinta Petani Sawit”.

Novel ini diharapkan menjadi media yang mampu menggambarkan perjalanan, perjuangan, serta kehidupan sosial petani sawit Indonesia yang selama ini menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi nasional.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, mengatakan bahwa keberadaan petani sawit rakyat saat ini memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap industri kelapa sawit nasional. Luas kebun sawit rakyat bahkan telah mendekati separuh dari total luas perkebunan sawit Indonesia.

Menurut Dr. Gulat, perkembangan tersebut menjadikan petani sawit bukan hanya sebagai pelaku ekonomi di sektor hulu, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan sosial yang mempertemukan berbagai latar belakang budaya di Indonesia.

“Petani sawit merupakan salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia. Namun harus diakui, sebagian besar petani masih berperan di sektor hulu, sementara sektor hilir dan industri turunannya masih didominasi korporasi,” ujarnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Ia menjelaskan, dalam rantai ekonomi industri sawit, distribusi margin keuntungan masih belum merata. Jika diibaratkan dalam skor 100, sektor hulu yang menghasilkan tandan buah segar (TBS) hanya memperoleh sekitar 15 persen nilai ekonomi.

Sementara industri pengolahan TBS atau pabrik kelapa sawit memperoleh sekitar 25 persen. Adapun sekitar 60 persen nilai ekonomi berada pada sektor hilir dan berbagai produk turunan sawit.

Dalam perjalanan industri sawit nasional yang telah berlangsung lebih dari satu abad, APKASINDO sendiri telah mengawal perjuangan petani sawit selama 26 tahun sejak didirikan pada Oktober 2000.

Sebagai bagian dari peringatan HUT ke-26 tersebut, APKASINDO memilih menghadirkan sebuah karya sastra yang mengangkat sisi kemanusiaan petani sawit melalui novel “Kisah Cinta Petani Sawit”.

Dr. Gulat menegaskan bahwa judul novel tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kisah percintaan. Novel ini menggambarkan bahwa petani sawit adalah manusia yang memiliki rasa cinta dan juga membutuhkan perhatian. Gamblangnya, mencintai dan dicintai.

“Cinta yang dimaksud adalah kecintaan petani sawit kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Petani bersyukur karena Indonesia dianugerahi sumber daya alam yang memungkinkan kelapa sawit tumbuh subur. Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto, sawit merupakan miracle crop atau tanaman anugerah,” jelasnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Di sisi lain, lanjut Dr. Gulat, petani sawit juga membutuhkan cinta dalam bentuk perhatian pemerintah melalui regulasi yang berpihak, dukungan kebijakan, serta program-program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, perpaduan antara semangat mencintai dan dicintai itulah yang membuat petani sawit mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga, kampanye negatif, hingga dinamika perdagangan sawit global.

Menariknya, novel tersebut juga mengangkat dinamika kehidupan generasi muda di lingkungan perkebunan sawit. Kisah yang disajikan menggambarkan pola komunikasi Generasi Z yang berasal dari keluarga petani sawit maupun buruh sawit.

“Dalam cerita ini terlihat bagaimana anak-anak petani sawit memiliki kedekatan sosial yang kuat dengan sesama yang memiliki latar belakang dunia persawitan. Bahkan dalam pergaulan, persahabatan, hingga mencari pasangan hidup, ada fenomena menarik yang diangkat dalam novel ini,” kata Dr. Gulat.

Meski demikian, ia belum mengungkapkan secara rinci alur cerita yang akan disajikan. Ia mengajak masyarakat menantikan peluncuran resmi novel tersebut pada momentum HUT APKASINDO ke-26.

Novel “Kisah Cinta Petani Sawit” ditulis oleh tim yang berasal dari Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Indonesia. Kehadiran novel ini diharapkan tidak hanya menjadi karya sastra, tetapi juga menjadi dokumentasi sosial mengenai kehidupan petani sawit Indonesia, sekaligus sarana untuk memperkenalkan wajah petani sawit yang sesungguhnya kepada masyarakat luas.

Tags:

APKASINDONovel Petani SawitPetani Sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Plasma Sumatera Utara Periode 3–9 Juni 2026 Naik, Kelompok Umur 21 Tahun Tertinggi Rp3.456,72/Kg

Harga TBS Plasma Sumatera Utara Periode 3–9 Juni 2026 Naik, Kelompok Umur 21 Tahun Tertinggi Rp3.456,72/Kg

Berdasarkan berita acara penetapan harga tersebut, rata-rata harga CPO lokal dan ekspor yang digunakan dalam perhitungan mencapai Rp13.559,44 per kilogram (tidak termasuk PPN), sedangkan rata-rata harga kernel lokal sebesar Rp13.105,10 per kilogram. Adapun Faktor K ditetapkan sebesar 93,03 persen.

5 Juni 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *