KONSULTASI
Logo

BRIN Kembangkan Sensor Real-Time untuk Deteksi MOAH pada Minyak Sawit

28 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
BRIN Kembangkan Sensor Real-Time untuk Deteksi MOAH pada Minyak Sawit

sawitsetara.co - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi sensor kimia berbasis sistem pengenalan supramolekuler untuk mendeteksi mineral oil aromatic hydrocarbons (MOAH) pada minyak kelapa sawit secara real-time.

Teknologi ini dikembangkan untuk menghasilkan metode deteksi MOAH yang lebih cepat dan selektif, sekaligus mendukung pengawasan mutu dan keamanan pangan pada produk minyak sawit.

Postdoktoral Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Ane Nurjanah, mengatakan sistem pengenalan supramolekuler memiliki kemampuan mengenali struktur molekul tertentu. Sistem tersebut juga memiliki stabilitas kimia dan termal yang baik serta dapat dimodifikasi menggunakan transduser maupun nanomaterial untuk meningkatkan kinerja sensor.

“Sistem ini memiliki keunggulan berupa selektivitas tinggi terhadap struktur spesifik serta stabilitas kimia dan termal yang lebih baik dibandingkan reseptor biologis. Sistem ini juga dapat dimodifikasi dengan transduser atau nanomaterial untuk meningkatkan kinerja dan sensitivitasnya,” ujar Ane dikutip dari laman resmi BRIN, Jumat (25/9).

Dalam pengembangan sensor MOAH, BRIN menerapkan dua strategi yang saling melengkapi. Strategi pertama dilakukan dengan memisahkan mineral oil saturated hydrocarbons (MOSH) dari MOAH melalui ekstraksi pelarut.

Pemisahan tersebut diperlukan untuk mengurangi gangguan dari matriks sampel, sehingga MOAH sebagai senyawa target dapat dideteksi dengan lebih optimal.

apkasindo

Strategi kedua dilakukan melalui pengembangan sistem deteksi menggunakan sejumlah jenis transduser, yakni berbasis fluoresensi, Raman, elektrokimia, dan kolorimetri atau sistem yang menghasilkan perubahan warna.

Sistem transduser tersebut kemudian diintegrasikan dengan sistem pengenalan supramolekuler. Integrasi ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan sensor dalam mengenali senyawa MOAH secara lebih selektif.

Pengembangan teknologi tidak berhenti pada pengujian di laboratorium. BRIN selanjutnya mengarahkan sistem tersebut untuk terintegrasi dengan platform real-time berbasis telepon pintar.

Dengan teknologi tersebut, proses deteksi MOAH berpotensi dilakukan secara langsung di lokasi, termasuk di pabrik pengolahan minyak kelapa sawit. Hal ini membuka peluang pengembangan perangkat deteksi yang dapat memberikan informasi secara cepat untuk mendukung pengawasan kualitas minyak sawit.

“Pengembangan selanjutnya diarahkan pada integrasi sistem tersebut dengan platform real-time berbasis telepon pintar. Dengan demikian, metode yang dikembangkan berpotensi digunakan untuk deteksi MOAH secara langsung di lokasi, termasuk di pabrik pengolahan minyak kelapa sawit,” jelas Ane.

Saat ini, riset deteksi MOAH tersebut masih berada pada tingkat kesiapterapan teknologi (Technology Readiness Level/TRL) 3.

apkasindo

Pada tahap ini, penelitian mencakup sintesis dan karakterisasi sistem supramolekuler, pengujian selektivitas terhadap MOAH, serta validasi konsep deteksi pada skala laboratorium.

Tahap berikutnya diarahkan pada pembuatan purwarupa dan pengujian di lingkungan industri dengan target mencapai TRL 5 atau lebih tinggi.

Ane menjelaskan, keberhasilan pengembangan sensor MOAH masih bergantung pada sejumlah aspek teknis. Salah satunya adalah modifikasi molekul host agar mampu mengenali MOAH yang memiliki karakter sebagai campuran senyawa kompleks.

Selain itu, pengembangan juga membutuhkan metode pemisahan dan preparasi sampel minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang sesuai. Aspek lain yang tidak kalah penting adalah pengembangan sistem digital untuk mendukung pengawasan kualitas minyak sawit.

Menurut Ane, pengembangan sistem pengenalan supramolekuler tersebut diarahkan sebagai salah satu metode alternatif untuk mendeteksi MOAH dengan lebih cepat dan selektif.

“Melalui pengembangan tersebut, sistem pengenalan supramolekuler diarahkan menjadi metode alternatif untuk mendeteksi MOAH secara lebih selektif dan cepat, sehingga dapat mendukung pengawasan mutu dan keamanan minyak kelapa sawit,” pungkasnya.


Berita Sebelumnya
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Sawit di Masa TBM: Peluang Tumpang Sari yang Terabaikan

Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Sawit di Masa TBM: Peluang Tumpang Sari yang Terabaikan

Bagi petani sawit swadaya, replanting adalah keputusan yang berat. Kebun tua memang sudah tidak produktif, tetapi dari kebun itulah uang belanja keluarga datang setiap bulan. Begitu pohon ditumbang, penghasilan ikut berhenti, dan baru kembali tiga sampai empat tahun kemudian.

26 September 2026Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *