
sawitsetara.co - JAKARTA — Pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit dinilai dapat memperluas pasar hasil perkebunan sekaligus memperkuat pendapatan petani.
Diversifikasi pemanfaatan sawit membuat penyerapan tandan buah segar atau TBS tidak lagi hanya bergantung pada industri minyak goreng.
Founder dan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung mengatakan pasar bioenergi berbasis kelapa sawit di Indonesia saat ini bahkan telah melampaui pasar minyak goreng.
Menurut dia, diversifikasi produk sawit ke sektor bioenergi membuat pasar TBS petani semakin luas. Produksi sawit petani dapat diserap untuk berbagai kebutuhan, termasuk pemenuhan bahan baku energi terbarukan.
Perluasan pasar tersebut turut berperan dalam menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani. Kondisi itu pada akhirnya berpengaruh terhadap pendapatan pekebun sawit.
“Harga TBS yang menguntungkan dan stabil ini bermuara pada peningkatan pendapatan petani yang semakin baik,” kata Tungkot dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Potensi pengembangan bioenergi sawit ditopang oleh ketersediaan bahan baku yang besar. Luas perkebunan kelapa sawit Indonesia tercatat mencapai sekitar 16,8 juta hektare dengan potensi produksi biomassa sekitar 272 juta ton per tahun.
Biomassa tersebut tidak hanya berasal dari minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Tandan kosong kelapa sawit, cangkang, hingga batang sawit juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.
Saat ini, biomassa sawit telah digunakan sebagai bahan bakar di sejumlah pembangkit listrik di Indonesia.
Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa kelapa sawit tidak hanya menghasilkan bahan pangan dan bahan baku industri, tetapi juga berperan dalam penyediaan energi.
Tungkot mengatakan pengembangan bioenergi sawit juga memiliki manfaat dari sisi lingkungan.
Pemanfaatan energi berbasis sawit dapat menjadi substitusi energi fosil sekaligus memanfaatkan kemampuan tanaman sawit menyerap karbon melalui proses fotosintesis.
Dengan demikian, pengembangan bioenergi berbasis sawit dinilai memiliki manfaat ganda. Di satu sisi, sektor ini memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Di sisi lain, perluasan pemanfaatan sawit menciptakan pasar yang lebih besar bagi produksi petani dan berpotensi menopang pendapatan mereka.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *