KONSULTASI
Logo

Bapperida Mukomuko Dorong Aspirasi Petani Sawit Masuk dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

5 November 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Bapperida Mukomuko Dorong Aspirasi Petani Sawit Masuk dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

sawitsetara.co – MUKOMUKO — Pemerintah Kabupaten Mukomuko menilai organisasi petani memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan perkebunan kelapa sawit. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) diharapkan tidak hanya menjadi wadah perjuangan petani, tetapi juga mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, MH, mengatakan pemerintah membutuhkan saluran komunikasi yang mampu menyampaikan persoalan petani secara langsung dan terorganisasi.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua DPD Apkasindo Mukomuko, Ismail, SH, bersama Wakil Ketua II, Sabaruddin Marpaung, SH, di kantor Bapperida Mukomuko, Selasa (3/11/2026).

Menurut Singgih, persoalan perkebunan sawit rakyat tidak bisa hanya dilihat dari perkembangan harga tandan buah segar (TBS). Ada sejumlah persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian pemerintah, termasuk jaminan ketersediaan bibit berkualitas dan pengembangan industri hilir kelapa sawit.

“APKASINDO diharapkan bisa menjadi wadah yang benar-benar mengakomodir kepentingan petani. Jadi bukan hanya berbicara soal harga, tetapi juga bagaimana kebutuhan petani lainnya dapat diperjuangkan,” ujar Singgih.

Ia menjelaskan, aspirasi organisasi petani dapat menjadi salah satu bahan penting dalam penyusunan program pembangunan daerah. Dengan adanya komunikasi yang kuat, pemerintah dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai persoalan yang dihadapi pekebun.

Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah peredaran dan ketersediaan bibit kelapa sawit. Menurut Singgih, petani membutuhkan bibit yang asli, unggul, dan memenuhi standar agar pengembangan kebun tidak menimbulkan kerugian dalam jangka panjang.

Persoalan tersebut dinilai penting karena kualitas bibit menentukan produktivitas tanaman. Kesalahan dalam memilih bahan tanam dapat berdampak terhadap hasil produksi dan pendapatan petani selama bertahun-tahun.

HUT APKASINDO - DPW ACEH

Selain persoalan di sektor hulu, Singgih juga menyoroti perlunya pengembangan hilirisasi sawit di Kabupaten Mukomuko. Potensi perkebunan sawit yang besar perlu diikuti dengan upaya meningkatkan nilai tambah komoditas di daerah.

Menurut dia, pengembangan sektor hilir dapat memperkuat kontribusi perkebunan terhadap perekonomian masyarakat. Dengan demikian, manfaat industri sawit tidak hanya berasal dari aktivitas produksi dan penjualan bahan baku.

Bapperida memandang keterlibatan Apkasindo penting untuk memastikan program pembangunan perkebunan berjalan sesuai kebutuhan pekebun. Organisasi petani diharapkan mampu menghimpun berbagai persoalan, kemudian menyampaikannya kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.

Karena itu, Singgih menegaskan dukungan Bapperida terhadap Apkasindo tetap terbuka sepanjang organisasi tersebut menjalankan peran positif bagi kepentingan petani dan kemajuan perkebunan sawit di Mukomuko.

“Yang terpenting bagaimana keberadaan Apkasindo ini memberikan manfaat nyata bagi petani dan ikut mendorong kemajuan perkebunan sawit di Mukomuko,” pungkasnya.

Dukungan tersebut sekaligus membuka ruang bagi penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi petani. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pembangunan perkebunan sawit Mukomuko yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga kesejahteraan pekebun dan penguatan ekonomi daerah.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
BPDP Paparkan Enam Program Unggulan di INDOVEX 2026 untuk Dorong Hilirisasi Perkebunan dan UMKM Naik Kelas

BPDP Paparkan Enam Program Unggulan di INDOVEX 2026 untuk Dorong Hilirisasi Perkebunan dan UMKM Naik Kelas

Pengembangan ekonomi desa melalui pemberdayaan UMKM berbasis kelapa sawit menjadi salah satu upaya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan nasional.

4 November 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *