KONSULTASI
Logo

APKASINDO Gandeng LAM Riau Perkuat Peran Masyarakat Adat dalam Industri Sawit

5 November 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
APKASINDO Gandeng LAM Riau Perkuat Peran Masyarakat Adat dalam Industri Sawit

sawitsetara.co – PEKANBARU — Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) memperkuat komunikasi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau untuk mendorong kontribusi industri sawit terhadap perekonomian masyarakat adat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung LAM Riau di Pekanbaru, Kamis (5/11/2026), APKASINDO dan LAM Riau membahas sejumlah persoalan strategis, mulai dari penguatan ekonomi daerah, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan perkebunan sawit milik negara.

Kedatangan APKASINDO dipimpin Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.AP,. dan disambut dengan hangat oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri Marjohan Yusuf dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil beserta jajaran.

Dr. Gulat mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan sejumlah agenda penting kepada para pemangku adat Melayu Riau. Menurut dia, LAM Riau memiliki posisi strategis dalam membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku industri sawit.

Dr. Gulat yang juga President of World Coalition of Oil Palm Smallholders (WCOPS) mengatakan sawit telah berkembang menjadi salah satu lokomotif utama perekonomian Indonesia. Karena itu, Riau sebagai salah satu daerah penting perkebunan sawit nasional perlu mendapatkan manfaat lebih besar dari perkembangan industri ini.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa bertemu dengan Datuk Seri Marjohan Yusuf dan Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil. Ada beberapa poin penting yang ingin kita sampaikan, terutama bagaimana sawit bisa membangun Riau dan bagaimana Riau menjadi bagian terpenting dari pembangunan industri sawit nasional,” kata Dr. Gulat.

HUT APKASINDO - DPW ACEH

Dari pertemuan tersebut, setidaknya terdapat tiga pokok pembahasan yang menjadi perhatian APKASINDO dan LAM Riau. Pertama, penguatan peran LAM Riau dalam membangun tata kelola perkebunan yang baik. Dr. Gulat menyampaikan apresiasi atas dukungan lembaga adat terhadap perkembangan perkebunan sawit.

Menurut dia, pengembangan industri sawit di Riau harus tetap memperhatikan kearifan lokal dan karakter masyarakat Melayu. Ia menegaskan bahwa LAM Riau merupakan rumah bersama masyarakat Riau. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan industri sawit perlu menghormati keberadaan lembaga adat dalam membangun hubungan dengan masyarakat.

“Kita harus memahami bahwa Tanah Melayu Riau ini adalah bagian dari NKRI. Tetapi kita juga memiliki LAM Riau yang menjadi rumah bersama, rumah masyarakat Riau. Jadi, pengembangan sawit harus berjalan dengan memperhatikan kearifan lokal dan melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Kedua, memperkuat pencegahan karhutla melalui pendekatan masyarakat dan kelembagaan adat. Dr. Gulat mengapresiasi peran LAM Riau yang selama ini ikut menyosialisasikan pencegahan kebakaran hingga tingkat kabupaten dan masyarakat Melayu di berbagai wilayah. Menurut dia, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan perusahaan. Kesadaran masyarakat di sekitar perkebunan juga menjadi faktor penting untuk menjaga lingkungan.

“Datuk Seri Marjohan tadi sudah menyampaikan bahwa lebih baik mencegah daripada memadamkan. Ini menjadi pesan penting bagi seluruh stakeholder sawit. Kita harus membangun kesadaran bersama agar tidak ada titik api dan tidak terjadi kebakaran yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” katanya.

Ketiga, memperjuangkan keterlibatan masyarakat Riau dalam pengelolaan kebun sawit Agrinas Palma Nusantara. Persoalan pengelolaan perkebunan sawit milik negara melalui Agrinas menjadi salah satu pembahasan penting. Dr. Gulat mengatakan masyarakat lokal perlu memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pengelolaan kebun tersebut.

Ia mengingatkan bahwa agenda tersebut sebelumnya juga telah dibicarakan bersama Menteri/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S, dan petinggi LAM Riau dalam rangkaian SIEXPO 2026. Keterlibatan masyarakat Riau diharapkan tidak hanya sebatas tenaga kerja, tetapi juga melalui skema kerja sama operasional (KSO) maupun penyedia jasa atau vendor. Rencana ini bagian dari dukungan APKASINDO untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Datuk LAM sudah mengatakan bahwa kebun-kebun sawit yang dikelola Agrinas sebaiknya dapat dikelola oleh masyarakat Riau, anak-anak Riau. Tentu hasilnya akan berbeda apabila masyarakat setempat ikut mengelola karena mereka memahami kondisi wilayah dan masyarakatnya sendiri,” ujar Dr. Gulat.

HUT APKASINDO - DPW ACEH

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri Marjohan Yusuf, menyatakan dukungan terhadap pengembangan industri sawit. Ia menilai Riau memiliki potensi besar dan komoditas tersebut telah memberikan kontribusi terhadap kemajuan masyarakat.

“LAM Riau tentu sangat mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah pusat. Bagaimanapun juga, sawit ini adalah masa depan bagi Riau sendiri. Sawit merupakan energi terbarukan yang memiliki prospek panjang, berbeda dengan energi fosil yang suatu saat akan habis,” kata Marjohan.

Menurut Marjohan, pengembangan sawit perlu ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah, pelaku usaha, pekebun, dan masyarakat harus memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya keberlanjutan industri tersebut.

Ia juga menekankan kolaborasi harus dibangun berdasarkan prinsip saling mengisi. LAM Riau tidak ingin pengembangan industri sawit berjalan sendiri tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan. Ia mengingatkan pengembangan perkebunan harus diikuti tata kelola yang baik. Pencegahan kebakaran dan perhatian terhadap lingkungan menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.

“Kita bekerja tentu harus saling isi-mengisi. Kami ingin ada hubungan dan kolaborasi yang baik. Dengan kebijakan-kebijakan ke depan, saya yakin berbagai cita-cita bersama dapat diwujudkan apabila seluruh pihak mau bekerja sama,” kata Marjohan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, juga menyambut baik komunikasi tersebut. Ia mengatakan perkebunan sawit telah membawa kemajuan bagi masyarakat Riau.

“Sawit telah membawa kemajuan dan memberikan pemberdayaan bagi masyarakat Riau. Ke depan, kita harus terus bersinergi agar hal-hal yang sudah berjalan baik semakin mudah dikembangkan, sementara kekurangan yang ada harus kita perhatikan dan perbaiki,” ujarnya.

Taufik menegaskan LAM Riau akan mengawal keberadaan perkebunan sawit demi kepentingan masyarakat daerah dan bangsa secara umum.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara APKASINDO dan LAM Riau. Terutama dalam memastikan industri sawit tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat lokal serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Tags:

APKASINDOBerita Sawit

Berita Sebelumnya
BPDP Paparkan Enam Program Unggulan di INDOVEX 2026 untuk Dorong Hilirisasi Perkebunan dan UMKM Naik Kelas

BPDP Paparkan Enam Program Unggulan di INDOVEX 2026 untuk Dorong Hilirisasi Perkebunan dan UMKM Naik Kelas

Pengembangan ekonomi desa melalui pemberdayaan UMKM berbasis kelapa sawit menjadi salah satu upaya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan nasional.

4 November 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *