
sawitsetara.co - ACEH - Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) menyelenggarakan STORY 2026: Sawit Creator Academy Ekspedisi Aceh pada 22 Juli 2026 sebagai program pengembangan kapasitas generasi muda untuk melahirkan kreator dan komunikator perkebunan yang kritis, kreatif, serta mampu menyampaikan realitas kelapa sawit secara positif dan bertanggung jawab. Mengusung tema “Dari Serambi Mekah Kita Bersuara, untuk Citra Baik Sawit Indonesia” dengan tagline “Muda Berkarya, Sawit Bersuara”, kegiatan ini mengangkat tiga isu utama, yakni Sawit Baik, Kesejahteraan Petani, dan Pengembangan Ekonomi Daerah.
Ketua Umum APMI, Muhammad Nur Fadillah, mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun opini publik mengenai sawit melalui media digital. Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus memahami persoalan sawit secara utuh dan mampu mengomunikasikannya kepada masyarakat.
“Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam percakapan tentang sawit. Kita harus memahami realitasnya, mendengar suara petani dan masyarakat, lalu menerjemahkannya menjadi karya yang kreatif, objektif, dan bertanggung jawab. Dari ujung barat Indonesia, kami ingin anak muda berani berkarya dan bersuara untuk citra baik sawit Indonesia,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Penasehat APMI, Dr. (Cand.) Djono Albar Burhan, menegaskan keberlanjutan industri sawit ditentukan oleh kualitas generasi penerus yang memiliki pengetahuan, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian menghadirkan gagasan baru.
“Masa depan industri sawit tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita bangun hari ini, tetapi juga oleh siapa yang akan melanjutkannya. Generasi muda perlu dipersiapkan dengan pengetahuan, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian menghadirkan gagasan baru,” katanya.
Sebagai tuan rumah, Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) menyambut STORY 2026 sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia akademik dengan industri. Poliven berharap kegiatan ini mampu memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan sektor perkebunan.
STORY 2026 dikemas melalui tiga rangkaian utama, yakni STORY Talkshow, STORY Workshop, serta STORY Challenge & Awarding. Pada sesi talkshow, Edi Suhardi dari GAPKI membahas peran generasi muda dalam membangun komunikasi publik sawit melalui konten digital yang kredibel, sedangkan Fadhli Ali dari APKASINDO menyampaikan perspektif petani sawit rakyat, termasuk keterkaitan perkebunan sawit dengan kesejahteraan petani dan pembangunan ekonomi daerah.
Perspektif internasional turut dihadirkan melalui REGENERASI Malaysia yang membahas regenerasi industri sawit, kepemimpinan generasi muda, serta peluang kolaborasi pemuda sawit di kawasan ASEAN. Sebagai penutup, peserta mengikuti STORY Challenge & Awarding dengan menghasilkan karya komunikasi digital bertema Sawit Baik, Kesejahteraan Petani, dan Pengembangan Ekonomi Daerah.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BPDP sebagai Main Sponsor. Kepala Bidang Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menyampaikan kontribusi sektor kelapa sawit kepada masyarakat.
“Generasi muda memiliki peran strategis dalam masa depan sektor kelapa sawit. Mereka perlu memahami bahwa sawit tidak hanya berbicara tentang komoditas, tetapi juga berkaitan dengan kesejahteraan petani, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, kemampuan generasi muda untuk menyampaikan kontribusi tersebut secara kreatif dan bertanggung jawab menjadi semakin penting di era digital,” ujarnya.
STORY 2026 didukung BPDP sebagai Main Sponsor, GAPKI sebagai Silver Sponsor, APKASINDO sebagai Supported Partner, REGENERASI Malaysia sebagai Collaboration Partner, serta Politeknik Indonesia Venezuela sebagai Host Venue. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, APMI berharap lahir generasi muda yang mampu berpikir kritis, memimpin, berkolaborasi, menghasilkan karya, serta menyampaikan realitas kelapa sawit kepada publik secara kreatif dan bertanggung jawab.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *