KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Plasma Turun, Swadaya Naik; Riau Tertinggi dan Papua Terendah

17 Juni 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Sawit Plasma Turun, Swadaya Naik; Riau Tertinggi dan Papua Terendah

sawitsetara.co - JAKARTA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit nasional menunjukkan tren berbeda antara skema plasma dan swadaya pada periode 8–14 Juni 2026.

Berdasarkan laporan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), rata-rata harga TBS plasma tercatat sebesar Rp3.375 per kilogram atau turun 1,2 persen dibanding pekan sebelumnya. Sementara itu, harga TBS petani swadaya justru naik 1,1 persen menjadi Rp2.889 per kilogram.

Laporan yang mencakup data dari 22 provinsi tersebut menunjukkan bahwa harga TBS plasma masih lebih tinggi dibanding swadaya dengan selisih rata-rata mencapai Rp486 per kilogram atau sekitar 16,8 persen. Kondisi ini terjadi di 20 dari 22 provinsi yang memiliki data lengkap.

Sawit Setara Default Ad Banner

Provinsi Riau menjadi wilayah dengan harga TBS plasma tertinggi secara nasional, mencapai Rp3.768 per kilogram. Sebaliknya, harga TBS swadaya terendah tercatat di Papua yang hanya berada pada level Rp1.800 per kilogram.

Ketimpangan harga antara petani plasma dan swadaya juga terlihat mencolok di Papua. Selisih harga di provinsi tersebut mencapai Rp1.870 per kilogram, menjadi yang terlebar di Indonesia. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya posisi tawar petani swadaya sehingga membutuhkan penguatan kelembagaan dan akses pasar.

WhatsApp Image 2026-06-17 at 10.50.58.jpeg

Di sisi lain, Banten menjadi satu-satunya provinsi di mana harga TBS swadaya lebih tinggi dibanding plasma. Harga swadaya di Banten tercatat Rp2.534 per kilogram, atau lebih tinggi Rp84 per kilogram dibanding plasma.

Secara regional, Sumatera masih memimpin harga TBS plasma dengan rata-rata sekitar Rp3.570 per kilogram. Sementara wilayah Jawa menjadi yang terendah dengan rata-rata Rp2.450 per kilogram.

Sawit Setara Default Ad Banner

APKASINDO juga mencatat bahwa harga TBS saat ini masih berada di bawah nilai wajar berdasarkan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia. Dengan acuan harga CPO Rotterdam dan perhitungan rendemen, nilai wajar TBS diperkirakan mencapai Rp5.070 per kilogram. Artinya, harga plasma masih 33,4 persen di bawah nilai wajar, sedangkan swadaya tertinggal hingga 43 persen.

Meski demikian, proyeksi statistik menunjukkan tren harga TBS plasma nasional cenderung meningkat sekitar 2,4 persen dalam empat minggu mendatang. Namun, APKASINDO menegaskan bahwa proyeksi tersebut bersifat indikatif dan bukan jaminan harga.

Pengamat menilai perbaikan tata niaga dan penguatan posisi tawar petani swadaya menjadi langkah penting untuk mengurangi kesenjangan harga antar skema serta meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Indonesia.

Informasi lebih lengkap terkait harga TBS sawit secara realtime kini dapat diakses dengan lebih cepat dan mudah lewat platform anyar besutan APKASINDO di tautan berikut: https;//hargasawitindonesia.id

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
APKASINDO Luncurkan HargaSawitIndonesia.id, Sajikan Harga TBS dan CPO Secara Realtime untuk Tingkatkan Transparansi Pasar Sawit

APKASINDO Luncurkan HargaSawitIndonesia.id, Sajikan Harga TBS dan CPO Secara Realtime untuk Tingkatkan Transparansi Pasar Sawit

Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) resmi meluncurkan HargaSawitIndonesia.id, pada Senin (15/6/2026). Ini adalah platform digital yang menyajikan data harga tandan buah segar (TBS) petani dan harga crude palm oil (CPO) dari berbagai referensi nasional maupun internasional dalam satu dashboard terintegrasi.

15 Juni 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *