KONSULTASI
Logo

Thailand Perketat Ekspor CPO 2026, Wajib Izin Tertulis Demi Amankan Pasokan Domestik

7 April 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Thailand Perketat Ekspor CPO 2026, Wajib Izin Tertulis Demi Amankan Pasokan Domestik
HOT NEWS

sawitsetara.co - Pemerintah Thailand resmi mengencangkan kendali atas ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di tengah lonjakan permintaan global yang kian agresif, terutama dari sektor energi terbarukan.

Kebijakan strategis ini diumumkan melalui publikasi resmi Royal Gazette, yang mewajibkan seluruh eksportir CPO untuk mengantongi persetujuan tertulis sebelum melakukan pengiriman ke luar negeri. Aturan tersebut mulai berlaku efektif pada 7 April 2026 dan akan diterapkan selama satu tahun ke depan.

Langkah ini mencerminkan sikap waspada pemerintah Thailand dalam menjaga keseimbangan antara peluang ekspor dan kebutuhan domestik. Di tengah tren global yang semakin masif memanfaatkan minyak nabati sebagai bahan baku biodiesel, tekanan terhadap pasokan dalam negeri pun semakin meningkat.

Tanpa pengendalian yang ketat, lonjakan ekspor dikhawatirkan dapat menggerus stok nasional, memicu gejolak harga, hingga mengganggu stabilitas sektor pangan dan industri berbasis sawit di dalam negeri.

Sebagai produsen minyak sawit terbesar ketiga di dunia, di bawah Indonesia dan Malaysia, posisi Thailand dalam rantai pasok global terbilang strategis. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap dinamika pasar internasional.

Sawit Setara Default Ad Banner

Berdasarkan proyeksi dari Office of Agricultural Economics Thailand, produksi CPO Thailand pada 2026 diperkirakan mencapai 3,94 juta ton. Namun, angka tersebut tetap harus dikelola secara hati-hati agar tidak tersedot habis oleh permintaan ekspor yang terus meningkat.

Melalui kebijakan wajib izin ini, pemerintah kini memiliki kontrol penuh untuk memantau arus keluar CPO secara real-time, sekaligus memastikan prioritas pemenuhan kebutuhan dalam negeri tetap terjaga.

Di sisi lain, langkah ini juga mengirim sinyal kuat kepada pasar global bahwa Thailand tidak akan mengorbankan stabilitas domestiknya demi mengejar peluang ekspor semata. Sebuah manuver yang menegaskan bahwa di tengah persaingan energi dunia, ketahanan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.


Berita Sebelumnya
B50 Diuji Coba Sebelum Diimplementasikan

B50 Diuji Coba Sebelum Diimplementasikan

Sebelum biodiesel 50 persen berbahan baku dari kelepa sawit atau dikenal dengan B50 diimplementasikan pada awal Juli 2026 maka pemerintah seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina, peneliti dan pihak terkait lainnya melakukan ujicoba di beberapa kendaraan seperti mobil, alat berat, kapal, kereta api, truk, dan kendaraan lainnya. Hasilnya uji coba B50 berjalan baik.

6 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *