KONSULTASI
Logo

Sawit Riau Sumbang 20 Persen Produksi Nasional

17 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Sawit Riau Sumbang 20 Persen Produksi Nasional

sawitsetara.co - PEKANBARU — Produksi minyak sawit mentah atau CPO Riau mencapai sekitar 9,4 juta ton per tahun. Angka itu berasal dari perkebunan kelapa sawit dengan total luas sekitar 3,88 juta hektare.

Besarnya produksi tersebut menempatkan Riau sebagai salah satu daerah utama penghasil sawit di Indonesia. Areal sawit Riau mencapai sekitar 21 persen dari total perkebunan sawit nasional, sedangkan produksinya menyumbang sekitar 20 persen produksi nasional.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan perkebunan menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama daerah. Namun, besarnya potensi tersebut perlu diikuti dengan pengelolaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Perkebunan merupakan salah satu kekuatan dasar Provinsi Riau yang perlu diolah menjadi kesejahteraan masyarakat,” kata SF Hariyanto saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Rabu (16/9/2026).

DPP

Pernyataan itu disampaikan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan. Data mengenai luas areal dan produksi sawit Riau turut menggambarkan besarnya peran komoditas tersebut bagi perekonomian daerah.

Yang menarik, sebagian besar perkebunan sawit Riau dikelola oleh masyarakat. Perkebunan rakyat mencakup sekitar 61 persen dari keseluruhan areal sawit di provinsi tersebut.

Dengan luas dan produksi sebesar itu, sawit menjadi salah satu komoditas utama sektor perkebunan Riau sekaligus sumber penghidupan bagi masyarakat.

Besarnya porsi perkebunan rakyat membuat pengelolaan sektor sawit tidak hanya berkaitan dengan produksi komoditas. Perkembangan industri ini juga berhubungan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari perkebunan.

Karena itu, pemerintah daerah menempatkan sektor perkebunan sebagai salah satu modal penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat Riau.


Berita Sebelumnya
PASPI: Pencurian TBS Tak Bisa Serta-merta Dikaitkan dengan PKS Tanpa Kebun

PASPI: Pencurian TBS Tak Bisa Serta-merta Dikaitkan dengan PKS Tanpa Kebun

Tingginya harga tandan buah segar (TBS) dapat menjadi pemicu meningkatnya pencurian di perkebunan sawit. Ada dugaan hasil curian kemudian dijual ke pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun. Hal ini dapat terjadi lantaran PKS tanpa kebun tidak menerapkan syarat ketat bagi pemasok.

16 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *