
sawitsetara.co - LUANDA — Pemerintah Angola tertarik mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan biodiesel berbasis kelapa sawit. Ketertarikan itu menjadi salah satu agenda kerja sama yang dibahas dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno ke Angola pada 7-10 September 2026.
Mengutip laman Kementerian Luar Negeri, Indonesia dan Angola sepakat memperkuat kerja sama di sektor kelapa sawit dan biodiesel. Kerja sama tersebut mencakup riset, investasi, hingga bantuan teknis atau technical assistance.
Dalam pembahasan itu, Angola juga menunjukkan minat terhadap pengalaman Indonesia dalam melakukan intensifikasi pertanian.
Agenda kerja sama sawit dan biodiesel menjadi bagian dari pembicaraan bilateral yang lebih luas. Di Luanda, Havas bertemu dengan Menteri Sumber Daya Mineral, Petroleum dan Gas Angola, CEO Sonangol, serta pimpinan ANPG.
Indonesia dalam pertemuan tersebut menyampaikan kesiapan membangun kerja sama energi dengan Angola melalui kemitraan Selatan-Selatan. Kerja sama itu didorong dengan prinsip South-South First.
Peluang kerja sama tidak hanya terbuka pada sektor energi terbarukan. Pertamina menyatakan kesiapan memperluas kehadirannya di Afrika, antara lain melalui pembelian minyak mentah (crude oil) serta investasi langsung di sektor hulu dan hilir minyak dan gas.
Angola sebelumnya telah menawarkan peluang investasi kepada Pertamina di wilayah deepwater Benguela Basin. Tawaran lain adalah keterlibatan dalam pengembangan Kilang Lobito yang memiliki kapasitas pengolahan 200 ribu barel per hari.
Di sektor biodiesel, pengalaman Indonesia menjadi salah satu modal yang ingin dipelajari Angola. Negara di Afrika bagian selatan itu melihat pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit dan intensifikasi pertanian sebagai bidang yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan Indonesia.
Selain membahas substansi kerja sama, kedua negara mendorong percepatan pembentukan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI-Angola. Indonesia dan Angola juga menargetkan finalisasi nota kesepahaman atau MoU Kerja Sama Energi RI-Angola.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas hubungan bilateral, sekaligus membuka ruang bagi investasi dan pertukaran keahlian antara kedua negara.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *