KONSULTASI
Logo

RSPO Ungkap Keberlanjutan Sawit Tak Hanya Berdasarkan Sertifikasi, Tapi Juga Dampak di Lapangan

5 November 2025
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
RSPO Ungkap Keberlanjutan Sawit Tak Hanya Berdasarkan Sertifikasi, Tapi Juga Dampak di Lapangan
HOT NEWS

sawitsetara.co – KUALA LUMPUR – Kampanye keberlanjutan industri kelapa sawit kini tidak lagi hanya dinilai dari sertifikasi atau luas area yang tersertifikasi, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan di lapangan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Joseph D’Cruz, selaku Chief Executive Officer Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). D’Cruz menekankan sertifikasi hanyalah langkah awal.

“Kita semua menyadari bahwa sertifikasi hanyalah tonggak awal dalam perjalanan keberlanjutan. Dunia kini bergerak melampaui pengukuran berbasis label dan mulai menuntut bukti hasil yang nyata,” ujarnya dalam acara RSPO Annual Roundtable Conference on Sustainable Palm Oil (RT2025) di Kuala Lumpur, Senin (3/11/2025).

Sawit Setara Default Ad Banner

Dikutip dari Hai Sawit, D’Cruz menyatakan, RSPO kini berupaya bertransisi dari “ekonomi lencana” menuju pendekatan yang lebih berorientasi pada hasil dan dampak yang terukur. Sebagai bagian dari perubahan ini, RSPO akan menerapkan standar baru pada akhir bulan ini, yaitu Standar RSPO 2024.

Standar ini mencakup Prinsip & Kriteria (P&C) serta Standar Petani Kecil Independen. Selain itu, Standar Sertifikasi Rantai Pasok RSPO yang telah direvisi akan disahkan pada September 2026. D’Cruz menjelaskan, standar-standar baru ini lebih selaras dengan kebutuhan pasar dan regulasi era sekarang.

“Termasuk perlindungan terhadap hutan, hak asasi manusia, serta kesejahteraan petani kecil,” kata dia.

Transformasi Digital dan Platform Prisma

RSPO juga meluncurkan Prisma, sebuah platform digital yang berfungsi sebagai pusat data sertifikasi, perdagangan, dan ketertelusuran. Platform ini dibangun bersama anggota RSPO untuk memastikan akses data yang kredibel secara real-time.

Prisma dirancang untuk mendukung audit regulasi, penilaian risiko, dan pembuktian keberlanjutan di tingkat produk. D’Cruz menjelaskan bahwa prisma bukan hanya alat pelaporan, tetapi juga jembatan agar anggota RSPO bisa mengubah kewajiban regulasi menjadi peluang strategis.

Sawit Setara Default Ad Banner

“Terutama untuk memperkuat akses pasar di Eropa dan kawasan lain,” katanya.

Dalam pidatonya, D’Cruz juga menguraikan tiga prioritas strategis RSPO ke depan, yakni mendorong pertumbuhan pasar global, menjadikan keanggotaan RSPO sebagai keuntungan strategis bagi pelaku industri, dan meningkatkan efektivitas organisasi secara global.


Berita Sebelumnya
Kasus Pencurian Sawit Meningkat di Kukar, Apkasindo dan Polres Bergerak Cepat

Kasus Pencurian Sawit Meningkat di Kukar, Apkasindo dan Polres Bergerak Cepat

Lonjakan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ternyata membawa dampak tak diinginkan. Dalam beberapa pekan terakhir, marak aksi pencurian buah sawit oleh oknum tak bertanggung jawab atau yang kerap disebut “Ninja Sawit” di kebun milik petani swadaya.

4 November 2025Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *