KONSULTASI
Logo

Rektor IKOPIN Universitas Ungkap Sawit Rakyat Berpotensi Bangun Kapital Rp300 Triliun dalam Satu Dekade, Asalkan...

25 Juni 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Rektor IKOPIN Universitas Ungkap Sawit Rakyat Berpotensi Bangun Kapital Rp300 Triliun dalam Satu Dekade, Asalkan...

sawitsetara.co - BANDUNG – Sawit rakyat Indonesia dinilai memiliki potensi membangun kekuatan ekonomi baru berbasis koperasi dengan akumulasi kapital mencapai sekitar Rp300 triliun dalam waktu 10 tahun. Potensi tersebut muncul apabila petani mampu mengintegrasikan seluruh rantai nilai sawit mulai dari pembiayaan, pengolahan, hilirisasi hingga pemasaran dalam satu koperasi.

Hal itu disampaikan Rektor IKOPIN University Prof. Agus Pakpahan dalam kajiannya mengenai model Koperasi Kuantum untuk sawit rakyat. Menurut Prof. Agus, selama ini petani sawit hanya berada pada posisi sebagai pemasok bahan baku, sementara sebagian besar nilai tambah dinikmati sektor pengolahan dan industri hilir.

“Pada model konvensional, petani hanya menikmati sebagian kecil nilai ekonomi yang tercipta dari industri sawit. Sementara industri hilir dan ritel memperoleh porsi yang jauh lebih besar dari total nilai akhir produk,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima sawitsetara.co, Kamis (25/6/2026).

Sawit Setara Default Ad Banner

Karena itu, Prof. Agus menawarkan konsep integrasi penuh dalam satu koperasi yang menguasai seluruh rantai nilai, mulai dari kebun hingga produk akhir.

Dalam simulasi yang menggunakan asumsi luas sawit rakyat 6 juta hektare dan produksi 120 juta ton TBS per tahun, model integrasi penuh menghasilkan surplus bersih Rp21,84 triliun per tahun.

Menurutnya, apabila surplus tersebut terus diinvestasikan kembali dan volume usaha tumbuh rata-rata 5 persen per tahun, maka koperasi sawit rakyat dapat membangun kapital dalam jumlah yang sangat besar.

“Dengan asumsi surplus diinvestasikan kembali dan pertumbuhan volume 5 persen per tahun, akumulasi kapital koperasi terintegrasi mencapai sekitar Rp300 triliun dalam 10 tahun,” ujar Prof. Agus.

Sawit Setara Default Ad Banner

Kapital tersebut mencakup kepemilikan pabrik kelapa sawit, pabrik fraksinasi, pabrik biodiesel, pabrik oleokimia, pusat riset, jaringan pemasaran global, merek dagang, hingga modal kerja.

Menurut Prof. Agus, nilai tersebut bahkan melampaui total aset seluruh koperasi di Indonesia saat ini.

“Hanya dari sawit rakyat saja, dalam satu dekade koperasi dapat mengakumulasi kapital yang melampaui total aset seluruh koperasi Indonesia saat ini,” katanya.

Ia menilai pencapaian tersebut akan mengubah posisi petani secara fundamental dalam struktur ekonomi nasional.

Jika selama ini petani hanya menjadi pemasok TBS, maka melalui model koperasi terintegrasi petani dapat menjadi pemilik industri yang mengelola seluruh rantai nilai sawit.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Prof. Agus mendorong pemerintah memberikan insentif bagi koperasi sawit untuk memiliki pabrik kelapa sawit sendiri, mengalokasikan program Peremajaan Sawit Rakyat melalui koperasi, melindungi harga TBS, memfasilitasi sertifikasi ISPO dan RSPO secara kolektif, serta mendorong pengembangan teknologi PKS mini yang lebih terjangkau.

Sawit Setara Default Ad Banner

Menurutnya, peran pemerintah seharusnya menjadi fasilitator yang menciptakan kondisi tumbuhnya koperasi, bukan menjadi pengendali usaha petani.

“Koperasi harus memiliki seluruh rantai nilai, dari hulu ke hilir,” tegas Prof. Agus.

Ia menyebut integrasi penuh sebagai jalan menuju transformasi besar sawit rakyat Indonesia.

“Inilah fondasi bagi lompatan kuantum sawit rakyat Indonesia: dari petani yang menjual TBS ke tengkulak menjadi konglomerasi rakyat yang memiliki industri sawit dari hulu ke hilir.”

Prof. Agus menutup kajiannya dengan menegaskan bahwa kekuatan ekonomi rakyat hanya dapat dibangun melalui kesatuan kelembagaan dan kepemilikan bersama atas rantai nilai ekonomi.

“Cooperative minds are quantum minds. Dan pikiran kuantum tahu bahwa kesatuan—bukan keterpisahan—adalah sumber kekuatan sejati. Dari 6.000.000 hektar sawit rakyat untuk Indonesia. Dari Indonesia untuk dunia.”Berita ketiga fokus pada visi besar pembangunan industri sawit rakyat dan potensi akumulasi kapital Rp300 triliun melalui model koperasi terintegrasi.


Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Naik pada Pekan Ke-III Juni 2026, Kesenjangan Plasma dan Swadaya Masih Jadi Sorotan

Harga TBS Sawit Naik pada Pekan Ke-III Juni 2026, Kesenjangan Plasma dan Swadaya Masih Jadi Sorotan

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada pekan ketiga Juni 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan Laporan Harga TBS Kelapa Sawit Periode 15–21 Juni 2026 yang APKASINDO di laman hargasawitindonesia.id, rata-rata harga TBS naik dibanding pekan sebelumnya.

24 Juni 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *