KONSULTASI
Logo

RBD Palm Olein Dominasi Ekspor Sawit Sulawesi Barat pada Semester I 2026

29 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
RBD Palm Olein Dominasi Ekspor Sawit Sulawesi Barat pada Semester I 2026

sawitsetara.co - JAKARTA – Produk turunan kelapa sawit berupa Refined, Bleached, and Deodorized (RBD) Palm Olein menjadi komoditas ekspor terbesar dari Sulawesi Barat sepanjang triwulan I hingga II 2026. Tiongkok dan Filipina menjadi dua negara tujuan utama pengiriman produk tersebut.

Berdasarkan data Karantina Sulawesi Barat, volume ekspor RBD Palm Olein mencapai 124.798,504 ton melalui 30 kali pengiriman selama periode Januari hingga Juni 2026. Jumlah itu menjadikan RBD Palm Olein sebagai penyumbang volume ekspor terbesar dibandingkan komoditas sawit lainnya dari provinsi tersebut.

Selain RBD Palm Olein, cangkang sawit juga mencatatkan kinerja ekspor yang cukup besar. Komoditas tersebut dipasarkan ke Jepang melalui enam kali pengiriman dengan total volume mencapai 63.669,915 ton sepanjang triwulan I-II 2026.

apkasindo

Produk turunan sawit lainnya yang turut menembus pasar internasional ialah Palm Kernel Oil (PKO). Sepanjang semester pertama tahun ini, PKO diekspor ke Tiongkok dan Filipina melalui 13 kali pengiriman dengan total volume 37.999,297 ton.

Sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, seluruh komoditas ekspor wajib melalui tahapan pemeriksaan dan pengawasan oleh Karantina Sulawesi Barat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap produk memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan yang ditetapkan negara tujuan.

Pengawasan karantina juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran arus ekspor sekaligus mempertahankan kepercayaan negara mitra terhadap komoditas pertanian asal Indonesia.

apkasindo

Indonesia sendiri masih menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia. Selain crude palm oil (CPO), berbagai produk turunannya seperti RBD Palm Olein, Palm Kernel Oil, dan cangkang sawit memiliki pasar ekspor yang luas sesuai kebutuhan industri di berbagai negara.

Kinerja ekspor komoditas sawit dari Sulawesi Barat pada semester pertama 2026 memperlihatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap perdagangan internasional sekaligus memperkuat peran industri sawit sebagai salah satu penyumbang devisa nonmigas Indonesia.

Tags:

ekspor sawitBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Kalbar Alihkan Fokus Pembangunan Sawit dari Ekspansi Lahan ke Penguatan SDM Pekebun

Kalbar Alihkan Fokus Pembangunan Sawit dari Ekspansi Lahan ke Penguatan SDM Pekebun

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai menggeser arah pembangunan sektor kelapa sawit. Jika selama ini luas lahan kerap menjadi tolok ukur utama, kini pemerintah daerah menempatkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, produktivitas, dan tata kelola perkebunan sebagai prioritas.

28 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *