KONSULTASI
Logo

Perusahaan Teknologi Pertanian China dan APKASINDO Jajaki Kerja Sama Pembenah Tanah Organik untuk Sawit Berkelanjutan di Riau

9 Juni 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Perusahaan Teknologi Pertanian China dan APKASINDO Jajaki Kerja Sama Pembenah Tanah Organik untuk Sawit Berkelanjutan di Riau

sawitsetara.co - PEKANBARU — Dunia perkebunan kelapa sawit Indonesia kembali menjadi perhatian pelaku teknologi pertanian internasional. Perusahaan teknologi ramah lingkungan asal Xiamen, Tiongkok, Mata Eco Co., Ltd Company bahkan tertarik untuk memasarkan produk soil conditioner organik mereka untuk mendukung keberlanjutan industri sawit nasional.

Rencana itu disampaikan pihak perusahaan, Leslie dan Rocky, saat mengunjungi kantor perwakilan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO)di Pekanbaru, Riau pada Februari lalu. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana diskusi terbuka antara delegasi perusahaan dan perwakilan APKASINDO, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas tanah perkebunan sawit melalui pendekatan organik berbasis teknologi.

“Nama saya Leslie, saya berasal dari China dan saya mewakili perusahaan yang bergerak di bidang ekologi di mana kami mengembangkan teknologi pengolahan sumber daya alam, khususnya dari hasil laut seperti cangkang tiram, yang kemudian kami proses menjadi material yang dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah secara alami dan berkelanjutan,” katanya dalam podcast di kanal YouTube sawitsetara.co,

Sawit Setara Default Ad Banner

Lebih lanjut, Leslie menjelaskan bahwa perusahaan mereka berfokus pada teknologi ekologi berbasis pemanfaatan limbah laut, khususnya cangkang tiram, yang diolah menjadi bahan pembenah tanah. Ia menjelaskan bahwa produk mereka tidak hanya berfungsi sebagai pupuk, tetapi lebih sebagai soil conditioner yang memperbaiki struktur tanah.

Menurut Leslie, pendekatan ini berbeda dari pupuk konvensional. Ia menegaskan, soil conditioner tidak seperti fertilizer tradisional. Fokusnya adalah meningkatkan struktur dan kualitas tanah. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan bahan organik dapat membantu mengembalikan unsur hara alami tanah yang selama ini terkuras oleh aktivitas pertanian intensif.

“Soil conditioner yang kami kembangkan bukanlah pupuk tradisional yang hanya berfungsi menambah unsur hara secara langsung, tetapi lebih kepada sistem yang bekerja untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan porositas, menjaga keseimbangan mikroorganisme tanah, serta membantu tanah menjadi lebih sehat dan stabil untuk jangka panjang,” katanya.

Ia menyoroti perbandingan penggunaan pupuk organik dan anorganik. Pihak perusahaan menilai bahwa penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas tanah. Sebaliknya, bahan organik dinilai mampu menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Sawit Setara Default Ad Banner

Dalam konteks Indonesia, perusahaan asal Tiongkok tersebut melihat peluang besar untuk pengembangan produk mereka. Kondisi iklim tropis dengan curah hujan tinggi serta luasnya lahan perkebunan sawit dianggap sangat cocok untuk implementasi teknologi tersebut.

“Kami percaya bahwa penggunaan bahan organik sangat penting karena tanah pada dasarnya terbentuk dari material organik seperti sisa tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, sehingga ketika kita terus mengembalikan unsur organik ke dalam tanah melalui produk yang kami kembangkan, maka tanah akan memiliki kemampuan regenerasi yang lebih baik, lebih subur, dan lebih tahan terhadap degradasi dibandingkan penggunaan bahan kimia secara terus-menerus,” kata Leslie.

Mereka juga menyampaikan harapan adanya peningkatan produktivitas per hektare. Dalam diskusi disebutkan bahwa produktivitas di beberapa wilayah Tiongkok bisa mencapai 15 ton per hektare, sementara Indonesia berada di kisaran 10–12 ton per hektare. Perusahaan berharap teknologi mereka dapat membantu meningkatkan angka tersebut.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial karena memiliki curah hujan tinggi, luas lahan perkebunan yang sangat besar, serta kebutuhan yang terus meningkat untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit, sehingga produk kami sangat relevan untuk membantu menyeimbangkan pH tanah, memperbaiki kondisi lahan yang terlalu asam di beberapa wilayah, serta meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan,” katanya.

Informasi lebih lanjut terkait Mata Eco Co., Ltd Company, klik tautan siniar berikut:

SAWIT TALK-MATA ECO CO.Ltd CHINA GANDENG APKASINDO! INOVASI ORGANIK PRODUKTIVITAS SAWIT


Berita Sebelumnya
APKASINDO Riau: Petani Sawit Ibarat “Mentimun Bersanding Durian” dalam Wacana Pajak Air Permukaan

APKASINDO Riau: Petani Sawit Ibarat “Mentimun Bersanding Durian” dalam Wacana Pajak Air Permukaan

Dewan Pakar APKASINDO Riau Dr. Riyadi Mustafa, S.E., M.Si., CEIA mengingatkan bahwa petani sawit rakyat merupakan pihak yang paling rentan terdampak apabila kebijakan Pajak Air Permukaan (PAP) diterapkan pada industri kelapa sawit. Menurutnya, setiap kebijakan yang menambah biaya produksi di sektor hulu maupun hilir pada akhirnya akan bermuara pada penurunan pendapatan petani.

8 Juni 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *