KONSULTASI
Logo

Pemprov Riau Dorong Integrasi Sapi di Lahan Perkebunan Kelapa Sawit

8 April 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Pemprov Riau Dorong Integrasi Sapi di Lahan Perkebunan Kelapa Sawit

sawitsetara.co - PEKANBARU — Provinsi Riau dinilai memiliki peluang besar mengembangkan integrasi perkebunan dan peternakan, seiring luasnya areal kelapa sawit di wilayah tersebut. Dari total 16,8 juta hektare kebun sawit di Indonesia, sekitar 3,49 juta hektare atau 20,75 persen berada di Riau.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, dalam Welcome Dinner The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm (ICOP) Conference 2026 di Gedung Daerah Riau, Selasa malam.

“Provinsi Riau memiliki wilayah dengan potensi sangat besar untuk pengembangan perkebunan dan peternakan,” katanya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Menurut Syahrial, peluang ini semakin terbuka karena laju pertumbuhan penduduk mencapai 3,79 persen per tahun, jauh di atas pertumbuhan populasi sapi potong yang hanya 0,22 persen.

“Peningkatan jumlah penduduk akan mendorong terjadinya peningkatan konsumsi, termasuk produk peternak. Peningkatan konsumsi ini merupakan potensial dan peluang besar pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Ia menilai, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan peningkatan produksi dan produktivitas ternak, terutama sapi potong. Salah satu solusi yang didorong adalah integrasi antara sektor perkebunan dan peternakan.

“Adanya kolaborasi antar perkebunan dan peternakan secara integrasi diharapkan mampu menyediakan pangan asal ternak terutama daging sapi yang bagi masyarakat,” sebutnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Syahrial menambahkan, model Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA) menjadi pendekatan yang menjanjikan karena memungkinkan pemanfaatan lahan perkebunan secara optimal untuk budidaya ternak.

“Pendekatan ini tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi pelaku usaha, mendukung diversifikasi ekonomi daerah, dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian yang lebih luas,” tutupnya


Berita Sebelumnya
Harga TBS Sumbar Periode 1–7 April 2026 Lampaui Angka Rp4.000

Harga TBS Sumbar Periode 1–7 April 2026 Lampaui Angka Rp4.000

Ketua DPW APKASINDO Provinsi Sumatera Barat, Jufri Nur, menyambut positif penetapan harga tersebut. Ia menilai kondisi ini memberikan angin segar bagi petani sawit di Sumatera Barat.

7 April 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *