
sawitsetara.co - Upaya meningkatkan kesejahteraan petani sawit terus didorong melalui inovasi pengolahan hasil panen. Hal ini terlihat dari kunjungan Ketua DPW APKASINDO Bangka Belitung, H. Sahuruddin, yang didampingi Ketua DPW APKASINDO Kalimantan Barat, Indra Rustandi, ke pabrik berondol sawit di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Rabu (8/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, H. Sahuruddin berkesempatan meninjau langsung operasional pabrik berondol yang dikelola oleh Koperasi Kebun Kayong Lestari Mandiri (KKLM). Ia menilai keberadaan pabrik ini mampu menjadi alternatif strategis bagi petani dalam mendapatkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan penjualan tandan buah segar (TBS).
“Kami melihat pabrik berondol ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai jual hasil panen petani. Di Bangka Belitung sebenarnya sudah ada pabrik serupa, namun kapasitasnya masih relatif kecil,” ujar Sahuruddin.
Sementara itu, Darwin selaku pengelola pabrik sekaligus pengurus koperasi menjelaskan bahwa pembangunan pabrik ini memakan waktu hampir satu tahun dengan kepemilikan murni swasta. Ia menyebutkan bahwa koperasi berperan sebagai pemasok utama bahan baku berondol yang berasal dari petani binaan, serta menerima pasokan dari petani di luar jaringan binaan.

“Pabrik ini sudah beroperasi hampir dua tahun dengan kapasitas terpasang mencapai 10 ton per jam. Kami terus berupaya menjaga kualitas dan stabilitas pasokan agar mampu bersaing di pasar,” jelas Darwin.
Ketua DPW APKASINDO Kalimantan Barat, Indra Rustandi, mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh Ketua DPW APKASINDO Bangka Belitung. Menurutnya, kunjungan ini menjadi langkah penting dalam transfer pengetahuan dan pengalaman antar daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ketua DPW Babel yang jauh-jauh datang untuk melihat langsung. Harapannya, ilmu dan pemahaman yang didapat bisa diterapkan di Bangka Belitung, sehingga pabrik berondol di sana dapat segera terealisasi,” ungkap Indra.
Ia juga berharap kolaborasi antara APKASINDO Bangka Belitung dan Kalimantan Barat dapat terus berlanjut demi mendorong peningkatan pendapatan petani sawit.
“Semoga kerja sama ini bisa terus terjalin dan membawa dampak positif bagi petani, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan melalui inovasi pengolahan sawit,” pungkasnya.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *