
sawitsetara.co – BANGKOK — Dewan Negara-Negara Produsen Minyak Sawit (CPOPC) mendorong investasi industri kelapa sawit agar tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi perusahaan, tetapi juga memperluas akses pembiayaan bagi petani kecil dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekretaris Jenderal CPOPC, Izzana Salleh, mengatakan investasi di sektor sawit perlu mendorong peningkatan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.
“Investasi di sektor kelapa sawit seharusnya tidak hanya memperluas produksi. Investasi juga harus membantu pelaku usaha meningkatkan nilai tambah, memberikan kesempatan yang adil bagi petani kecil dan UMKM, serta menciptakan lapangan kerja dengan prospek lebih baik bagi pekerja dan masyarakat pedesaan,” ujar Izzana dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam seminar Plantation 360: Mobilizing Private Capital for More and Better Jobs yang diselenggarakan Kantor Direktur Eksekutif Kelompok Pemungutan Suara Asia Tenggara (EDS16) di Grup Bank Dunia bersama CPOPC. Kegiatan berlangsung di sela-sela Pertemuan Tahunan Grup Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) 2026 di Bangkok, Thailand.
Forum tersebut membahas strategi menarik modal swasta untuk mengembangkan rantai nilai perkebunan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Secara global, lebih dari tujuh juta petani kecil menggantungkan penghidupan pada komoditas kelapa sawit.
Sejumlah peluang investasi yang dibahas meliputi peremajaan tanaman, perbaikan praktik budidaya, pengolahan hasil perkebunan, sistem ketertelusuran, layanan digital, dan pemanfaatan biomassa sawit.
Peremajaan dan penerapan praktik budidaya yang baik dinilai dapat meningkatkan produktivitas kebun. Sementara itu, pengembangan industri hilir dan pengolahan hasil samping perkebunan berpotensi membuka sumber pendapatan baru bagi petani dan masyarakat sekitar.
“Pengembangan peluang membutuhkan dukungan pembiayaan, akses pasar, kepastian kebijakan, informasi yang dapat diandalkan, serta mekanisme pengelolaan risiko. Petani kecil dan UMKM juga memerlukan pendampingan teknis agar dapat memanfaatkan investasi secara optimal,” kata Izzana.
Forum menegaskan pentingnya mengarahkan investasi swasta tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan keterampilan tenaga kerja, perluasan akses pasar, serta keterlibatan perempuan, generasi muda, petani kecil, dan UMKM dalam rantai nilai industri sawit.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *