KONSULTASI
Logo

IPOC 2025: Kupas Tuntas Problematika Sawit dan Prediksi Harga 2026

13 November 2025
AuthorIbnu
EditorIbnu
IPOC 2025: Kupas Tuntas Problematika Sawit dan Prediksi Harga 2026
HOT NEWS

sawitsetara.co - BALI –Selama dua puluh tahun, Konferensi Kelapa Sawit Indonesia atau Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) telah menjadi ajang kepulangan tahunan. Sejak awal, konferensi ini telah berkembang menjadi acara yang dinantikan secara global, sebuah titik temu sejati bagi industri kelapa sawit global. Ini adalah perjalanan yang sangat dibanggakan.

Namun, yang benar-benar membuat acara ini terasa hidup bukan hanya agenda atau para pembicara melainkan para perserta dari hulu hulu hingga hilir.

“Oleh karena itu, merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan tersendiri bagi saya untuk secara resmi menyambut Anda di Konferensi Minyak Sawit Indonesia ke-21 dan Prospek Harga 2026 (IPOC 2025),” ungkap Ketua Pelaksana IPOC 2025, Mona Surya di Bali, Kamis (13/11/2025).


Sawit Setara Default Ad Banner

Menurut Mona, suatu kehormatan yang luar biasa baginya untuk dapat menghadirkan Bapak Prof. Rachmat Pambudy, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia, pada pagi ini. Kehadiran Anda menggarisbawahi betapa pentingnya industri ini di panggung dunia.

IPOC telah menjadi magnet, sebuah acara wajib bagi siapa pun yang berkepentingan dengan masa depan minyak sawit. “Kami menyaksikan perkembangan pesat industri ini dari tahun ke tahun, dan seiring dengan perkembangan tersebut, muncul tanggung jawab untuk tidak hanya menghadirkan konferensi berkualitas tinggi tetapi juga pengalaman yang tak terlupakan. Kami berupaya menyeimbangkan wawasan mutakhir dengan acara-acara sampingan yang menarik, memastikan waktu anda di sini mencerahkan sekaligus menyenangkan,” jelas Mona.


Sawit Setara Default Ad Banner

Tahun ini, lanjut Mona, menghadapi dunia dengan kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, oleh karena itu tema IPOC 2025 sangat relevan: “Menavigasi Kompleksitas, Mendorong Pertumbuhan: Tata Kelola, Kebijakan Biofuel, dan Perdagangan Global.”

“Industri kita berada di persimpangan jalan yang krusial. Kita telah melewati volatilitas harga, menghadapi stagnasi di wilayah-wilayah penghasil utama, dan sedang mengatasi hambatan perdagangan yang signifikan seperti Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR). Dalam lanskap ini, regulasi nasional dan kebijakan global bukan sekadar latar belakang; keduanya merupakan kekuatan aktif yang membentuk operasional kita,” papar Mona.

Namun, Mona menambahkan, di balik tantangan-tantangan ini terdapat peluang yang sangat besar. “Kita akan mengkaji kebijakan domestik Indonesia, membangun strategi untuk ketahanan industri, menguraikan implikasi EUDR, mendapatkan wawasan pasar dari para pelaku pasar regional, dan tentu saja, menatap masa depan dengan Prospek Harga minyak sawit dan laurat yang selalu kami nantikan. Kami telah mengumpulkan daftar pembicara kelas dunia, para pemimpin di bidangnya, yang siap berbagi perspektif, dan karena koneksi adalah kunci.,” pungkas Mona.



Berita Sebelumnya
Pelajaran dari Runtuhnya Industri Gula: Industri Sawit Harus Waspada Terhadap Penertiban Lahan

Pelajaran dari Runtuhnya Industri Gula: Industri Sawit Harus Waspada Terhadap Penertiban Lahan

Prof. Dr. Ir. Sudarsono Soedomo, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menertibkan kawasan hutan, khususnya yang berkaitan dengan perkebunan sawit rakyat.

12 November 2025Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *