KONSULTASI
Logo

Harga CPO Malaysia Menguat, Didukung Lonjakan Minyak Mentah dan Wacana B50 Indonesia

13 Maret 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga CPO Malaysia Menguat, Didukung Lonjakan Minyak Mentah dan Wacana B50 Indonesia

sawitsetara.co - KUALA LUMPUR — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Kamis (12/3/2026). Tren ini memperpanjang kenaikan yang dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia.

Pedagang proprietary Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan kenaikan harga minyak mentah membuat minyak nabati—terutama sawit—menjadi lebih kompetitif sebagai bahan baku biodiesel. Kondisi ini ikut mendorong sentimen positif di pasar.

Pada saat laporan ini ditulis, harga minyak mentah Brent crude oil tercatat naik 7,03 persen menjadi US$98,45 per barel. “Hence, we see prices supported above RM4,500 per tonne and resistance at RM4,650 per tonne,” kata David Ng kepada Bernama.com.

DPP

Sementara itu Kepala Riset Komoditas Sunvin Group di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan penguatan CPO juga mengikuti tren bullish kontrak minyak kedelai di Chicago Board of Trade.

Ia menilai kebangkitan harga energi global serta kembali mencuatnya pembahasan mengenai kelayakan mandat biodiesel B50 di Indonesia turut menopang harga sawit.

Namun Bagani mengingatkan kenaikan harga CPO masih dibatasi oleh lemahnya permintaan dari pasar tujuan serta pertumbuhan produksi sawit yang justru meningkat pada 10 hari pertama Maret 2026, meski bertepatan dengan bulan Ramadan.

“Namun, berlanjutnya ketiadaan pasar tujuan serta pertumbuhan produksi minyak sawit yang secara mengejutkan lebih tinggi pada 10 hari pertama Maret 2026, meskipun sedang memasuki musim Ramadan, dinilai membatasi laju kenaikan kontrak berjangka CPO.” ujarnya.

DPP

Pada penutupan perdagangan, kontrak Maret, April, dan Agustus 2026 masing-masing naik RM40 menjadi RM4.425, RM4.511, dan RM4.480 per ton.

Kontrak Mei 2026 menguat RM42 menjadi RM4.541 per ton. Sementara kontrak Juni dan Juli 2026 masing-masing naik RM43 menjadi RM4.536 dan RM4.514 per ton.

Volume perdagangan meningkat menjadi 137.656 lot dari 94.388 lot pada hari sebelumnya. Sementara posisi terbuka naik menjadi 229.441 kontrak dari 224.565 kontrak.

Adapun harga fisik CPO untuk pengiriman Maret wilayah selatan tercatat naik RM60 menjadi RM4.500 per ton.

Tags:

CPO

Berita Sebelumnya
Gapki Siapkan Serangga Penyerbuk dari Tanzania, Produksi Sawit Diproyeksi Naik 10–15 Persen

Gapki Siapkan Serangga Penyerbuk dari Tanzania, Produksi Sawit Diproyeksi Naik 10–15 Persen

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan organisasinya tengah menjalankan program peningkatan produktivitas melalui introduksi serangga penyerbuk dari Tanzania.

12 Maret 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *