
sawitsetara.co - KUALA LUMPUR — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Selasa (24/2/2026). Pelemahan ini dipicu ekspektasi pasar terhadap kinerja ekspor yang diperkirakan menurun dalam beberapa pekan ke depan, seiring berakhirnya periode permintaan musiman yang kuat.
Dilansir dari Bernama.com, Trader Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, menilai pasar tengah bersikap hati-hati karena prospek ekspor yang melemah berpotensi menekan permintaan CPO Malaysia. Menurut dia, pelaku pasar belum agresif masuk ke pasar sembari menunggu kepastian data ekspor dan tingkat stok
“Harga CPO masih tertahan di atas RM4.000 per ton, dengan area resistensi di kisaran RM4.180,” kata Ng.
Tekanan juga datang dari lemahnya data ekspor Februari. Kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, menyebutkan meskipun pasar sempat dibuka menguat, sentimen negatif dengan cepat mengambil alih.
Minimnya minat beli baru dari negara tujuan serta data ekspor yang lebih rendah membuat penguatan awal tidak bertahan lama.
Berdasarkan estimasi Intertek Testing Services, ekspor minyak sawit Malaysia pada periode 1–20 Februari tercatat 863.358 ton, turun 8,92 persen dibandingkan periode 1–20 Januari.
Sementara itu, AmSpec memperkirakan volume ekspor hanya 779.834 ton, atau anjlok 12,62 persen secara bulanan. Di sisi lain, Southern Peninsular Palm Oil Millers’ Association mencatat produksi CPO di wilayah selatan Semenanjung Malaysia justru turun sekitar 22 persen pada periode yang sama.
Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO Maret 2026 turun RM34 menjadi RM4.017 per ton. Kontrak April 2026 melemah RM33 ke posisi RM4.048 per ton, sementara kontrak Mei 2026 terkoreksi RM30 menjadi RM4.053 per ton. Kontrak Juni, Juli, dan Agustus 2026 masing-masing turun ke kisaran RM4.049–RM4.054 per ton.
Aktivitas perdagangan tercatat meningkat dengan volume transaksi mencapai 67.160 lot, naik dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. Minat terbuka (open interest) juga bertambah menjadi 223.235 kontrak. Sementara itu, harga fisik CPO untuk pengiriman Maret wilayah Selatan turun RM30 menjadi RM4.070 per ton.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *