KONSULTASI
Logo

Harga CPO Global Berpeluang Tembus Rp5.000 Ringgit, El Nino dan Deepawali Jadi Penopang

19 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga CPO Global Berpeluang Tembus Rp5.000 Ringgit, El Nino dan Deepawali Jadi Penopang

sawitsetara.co - JAKARTA — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berpeluang melanjutkan tren penguatan hingga akhir 2026. Ekonom Sumatera Utara Gunawan Benjamin memproyeksikan harga CPO di pasar global bahkan dapat menembus level psikologis 5.000 ringgit per ton.

Saat ini, harga CPO telah berada di kisaran 4.754 ringgit per ton. Penguatan tersebut terjadi di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia yang turut mengerek sejumlah komoditas, termasuk minyak sawit.

”Saya melihat harga CPO berpeluang untuk menembus level psikologis 5.000 di tahun ini,” ujar Gunawan Benjamin, Rabu (19/8/2026).

apkasindo

Menurut Gunawan, prospek bullish CPO tidak hanya ditopang oleh pergerakan harga minyak mentah. Sejumlah faktor dari sisi pasokan dan permintaan berpotensi menjadi katalis penguatan harga hingga penghujung tahun.

Salah satunya adalah ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memperpanjang musim kemarau dan menekan produksi sawit. Kondisi tersebut dapat membatasi pasokan minyak sawit ketika permintaan justru berpotensi meningkat.

”Khusus untuk El Nino, dari hasil observasi saya menunjukkan bahwa produsen minyak kelapa sawit meyakini musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya,” tutur Gunawan.

Dari sisi permintaan, pasar India diperkirakan menjadi salah satu penopang penting. Perayaan Deepawali pada November mendatang berpotensi meningkatkan konsumsi produk turunan minyak sawit di negara tersebut.

Permintaan minyak sawit domestik India bahkan diperkirakan mengalami lonjakan sekitar 8 persen dibandingkan tingkat konsumsi normal. Peningkatan kebutuhan menjelang perayaan tersebut berpotensi memperkuat permintaan CPO di pasar global.

apkasindo

Di dalam negeri, implementasi kebijakan mandatori biodiesel B50 juga menjadi faktor pendukung harga. Kebijakan tersebut meningkatkan kebutuhan CPO sebagai bahan baku solar nabati sehingga menyerap sebagian pasokan minyak sawit nasional.

Namun, ruang penguatan harga CPO bukan tanpa risiko. Gunawan menilai potensi penumpukan stok di Malaysia menjadi salah satu faktor yang dapat menahan laju kenaikan harga.

Pasokan CPO dari Malaysia diperkirakan meningkat dalam waktu dekat. Meski begitu, kenaikan pasokan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara sehingga belum cukup kuat untuk mengubah prospek harga dalam jangka panjang.

Jika harga CPO terus menguat, petani kelapa sawit berpotensi memperoleh harga tandan buah segar (TBS) yang lebih tinggi. Kenaikan harga komoditas global biasanya menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan harga TBS di tingkat petani.

Kendati demikian, kenaikan harga sawit belum tentu sepenuhnya meningkatkan daya beli petani. Beban biaya produksi masih menjadi persoalan yang membayangi pekebun.

apkasindo

Kenaikan harga input produksi, termasuk kebutuhan operasional dan barang modal, dapat menggerus tambahan pendapatan yang diperoleh petani ketika harga TBS meningkat. Dengan demikian, manfaat dari penguatan harga sawit terhadap kesejahteraan petani sangat bergantung pada seberapa besar kenaikan harga mampu melampaui pertumbuhan biaya produksi.

Kondisi tersebut juga tercermin dalam pergerakan Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perkebunan. Kenaikan indeks pengeluaran petani, terutama untuk biaya produksi dan penambahan barang modal, menjadi beban yang perlu diperhitungkan di tengah prospek penguatan harga komoditas.

Dengan kombinasi potensi penurunan produksi akibat El Nino, peningkatan permintaan menjelang Deepawali, serta tambahan kebutuhan CPO untuk program B50, pasar sawit diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguat hingga akhir tahun. Namun, petani tetap membutuhkan pengendalian biaya produksi agar kenaikan harga TBS benar-benar berdampak terhadap peningkatan daya beli.

Tags:

CPO

Berita Sebelumnya
CPO Malaysia Tembus Level Tertinggi Sejak April, Pasar Dibayangi Stok dan Ekspor

CPO Malaysia Tembus Level Tertinggi Sejak April, Pasar Dibayangi Stok dan Ekspor

Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) menguat serempak pada perdagangan Senin (17/8/2026). Penguatan membawa harga CPO ke level tertinggi sejak awal April, setelah sempat tertekan dalam beberapa sesi sebelumnya.

18 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *