KONSULTASI
Logo

Harga CPO Dunia Menguat, Rotterdam Tembus Rp28.071 per Kg, Malaysia Rp20.054

19 Oktober 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Harga CPO Dunia Menguat, Rotterdam Tembus Rp28.071 per Kg, Malaysia Rp20.054

sawitsetara.co – Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar dunia menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada periode 12–18 Oktober 2026. Berdasarkan data dashboard Harga Sawit Indonesia milik Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), harga CPO di Rotterdam, Eropa, tercatat paling tinggi dibandingkan sejumlah acuan pasar lainnya, yakni Rp28.071 per kilogram (kg).

Data yang ditampilkan melalui situs hargasawitindonesia.id menunjukkan harga CPO Malaysia berada di level Rp20.054/kg. Sementara itu, harga CPO domestik Indonesia melalui Bursa CPO Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencapai Rp15.460/kg, dan harga CPO Indonesia berdasarkan acuan KPBN berada di Rp14.950/kg.

Perbedaan harga tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara pasar domestik dan pasar internasional. Namun, masing-masing angka menggunakan acuan pasar yang berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan sebagai harga transaksi yang sepenuhnya setara.

Dalam data APKASINDO, harga CPO CIF Rotterdam tercatat sebesar Rp28.071/kg, naik 0,3 persen. Harga tersebut menjadi yang tertinggi di antara empat acuan CPO yang ditampilkan.

Di posisi berikutnya, harga CPO Malaysia mencapai Rp20.054/kg, meningkat 5,1 persen. Kenaikan ini menjadi yang terbesar di antara empat acuan tersebut pada periode yang ditampilkan.

tamplate

Sementara itu, harga CPO Bursa ICDX Indonesia tercatat Rp15.460/kg atau naik 1,7 persen. Adapun harga CPO Indonesia berdasarkan KPBN mencapai Rp14.950/kg, meningkat 0,7 persen.

Berikut rincian harga CPO berdasarkan dashboard HargaSawitIndonesia.id milik APKASINDO:

IMG_1131.jpeg

Sumber: Dashboard Harga Sawit Indonesia, APKASINDO; periode 12–18 Oktober 2026.

Jika dibandingkan dengan harga CPO Rotterdam, harga CPO domestik berdasarkan KPBN memiliki selisih Rp13.121/kg. Artinya, harga KPBN berada sekitar 46,7 persen di bawah acuan Rotterdam.

Sementara itu, harga CPO Bursa ICDX tercatat Rp510/kg lebih tinggi dibandingkan harga KPBN, atau sekitar 3,4 persen.

Selisih harga antara pasar domestik dan internasional tidak serta-merta menunjukkan kerugian yang diterima petani. Harga di setiap pasar dipengaruhi oleh mekanisme transaksi, biaya logistik, kualitas produk, kurs mata uang, serta ketentuan perdagangan yang berlaku.


tamplate

Pergerakan harga CPO menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Meski demikian, kenaikan harga CPO tidak otomatis membuat harga TBS petani meningkat dengan persentase yang sama.

Dalam dashboard APKASINDO, harga TBS nasional yang diterima petani pada periode tersebut tercatat sebesar Rp3.486/kg untuk skema plasma dan Rp2.923/kg untuk skema swadaya.

Harga TBS yang diterima petani dipengaruhi oleh rendemen minyak, indeks K, mekanisme penetapan harga di daerah, serta skema kemitraan dan rantai pemasaran. Oleh sebab itu, pergerakan harga CPO dunia perlu dibaca bersama perkembangan harga TBS di tingkat petani.

Bagi petani sawit, pemantauan harga CPO internasional dan domestik dapat menjadi bahan untuk memahami arah pasar. Namun, harga acuan global tetap perlu dibedakan dari harga pembelian TBS yang berlaku di masing-masing daerah.

Tags:

CPO

Berita Sebelumnya
Peluang Baru Peningkatan Ekonomi Warga Manokwari Lewat Budidaya Jamur dari Limbah Sawit

Peluang Baru Peningkatan Ekonomi Warga Manokwari Lewat Budidaya Jamur dari Limbah Sawit

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpotensi menjadi bahan baku alternatif untuk budidaya jamur tiram. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan pemanfaatan limbah sawit tersebut sebagai upaya membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di Prafi, Manokwari, Papua Barat.

17 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *