KONSULTASI
Logo

Harga CPO Dunia Bergerak Beragam, Rotterdam Naik Tipis Saat Indonesia dan Malaysia Terkoreksi

15 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Harga CPO Dunia Bergerak Beragam, Rotterdam Naik Tipis Saat Indonesia dan Malaysia Terkoreksi

sawitsetara.co – Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dunia bergerak beragam pada periode 7–13 September 2026. Berdasarkan data HargaSawitIndonesia.id, dashboard harga sawit milik DPP APKASINDO, harga CPO Indonesia dan Malaysia mengalami penurunan, sementara harga CPO Rotterdam justru menguat tipis.

Dashboard tersebut memang menyajikan perbandingan harga CPO Indonesia, Malaysia, dan Rotterdam sekaligus dengan harga TBS yang diterima petani.

Pada periode 7–13 September 2026, harga CPO Indonesia melalui KPBN tercatat Rp15.708 per kilogram, turun sekitar 2 persen dibandingkan periode sebelumnya.

IMG_0991.jpeg

Sementara itu, harga CPO Indonesia di Bursa ICDX berada di Rp16.400 per kilogram, terkoreksi sekitar 1,4 persen.

Penurunan juga terjadi pada harga CPO Malaysia. Berdasarkan data HargaSawitIndonesia.id, harga CPO Malaysia berada di level Rp19.674 per kilogram, turun 2,1 persen.

Berbeda dengan Indonesia dan Malaysia, harga CPO di pasar Rotterdam justru naik tipis 0,1 persen menjadi Rp28.618 per kilogram.

DPP

Pergerakan tersebut membuat disparitas antara harga CPO Indonesia dan pasar internasional masih cukup lebar.

Harga CPO Rotterdam sebesar Rp28.618 per kilogram tercatat Rp12.910 per kilogram lebih tinggi dibandingkan harga CPO Indonesia melalui KPBN yang berada di Rp15.708 per kilogram.

Secara persentase, harga CPO domestik berada sekitar 45,1 persen di bawah harga Rotterdam.

Sementara dibandingkan harga CPO Malaysia, harga Indonesia melalui KPBN masih lebih rendah sekitar Rp3.966 per kilogram.

Dashboard HargaSawitIndonesia.id menjelaskan bahwa perbedaan harga CPO domestik dengan harga Rotterdam dan Malaysia dipengaruhi berbagai komponen biaya, antara lain bea keluar, pungutan ekspor, DMO, DPO, freight, sertifikasi, dan biaya finansial.

Kondisi ini menjadi penting bagi petani karena perubahan harga CPO global merupakan salah satu indikator yang berkaitan dengan pembentukan harga TBS di tingkat petani.

Data HargaSawitIndonesia.id juga menunjukkan besarnya porsi nilai CPO yang diteruskan menjadi nilai TBS petani.


Pada periode tersebut, harga TBS plasma tercatat Rp3.592 per kilogram, sedangkan harga TBS swadaya berada di Rp3.023 per kilogram.


Dengan menggunakan perbandingan TBS plasma terhadap harga CPO KPBN, dashboard mencatat porsi nilai CPO yang sampai ke petani berada di kisaran 22,9 persen.

DPP

Angka tersebut selaras dengan asumsi rendemen sekitar 21 persen yang digunakan sebagai salah satu basis perbandingan dalam dashboard.

Perbandingan harga yang diterima petani juga memperlihatkan adanya perbedaan antarnegara.

Dalam data bulanan yang ditampilkan HargaSawitIndonesia.id, harga TBS petani Malaysia (MPOB) berada di sekitar Rp3.967 per kilogram.

Sementara itu, harga TBS Indonesia tercatat Rp3.668 per kilogram untuk plasma dan Rp3.200 per kilogram untuk swadaya pada acuan bulanan yang ditampilkan.

Harga farm-gate TBS Nigeria berada lebih rendah, yakni sekitar Rp2.267 per kilogram.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa posisi harga yang diterima petani sangat dipengaruhi oleh mekanisme penetapan harga, rendemen, struktur biaya, serta kondisi rantai pasok di masing-masing negara.

Pergerakan harga pada pekan kedua September memperlihatkan pasar CPO masih menghadapi dinamika yang cukup tinggi. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengalami koreksi, sementara harga Rotterdam relatif bertahan dan justru naik tipis.

DPP

Tren ini juga perlu dilihat dalam konteks pergerakan beberapa pekan sebelumnya. Pada periode 31 Agustus–6 September 2026, misalnya, harga CPO Indonesia melalui KPBN tercatat Rp16.025 per kilogram dan Malaysia Rp20.095 per kilogram.

Dengan demikian, perkembangan harga CPO dunia menjadi salah satu indikator yang penting terus dipantau petani sawit, terutama karena perubahan harga CPO pada pasar acuan dapat memberikan tekanan maupun dukungan terhadap harga TBS di tingkat kebun.

Tags:

CPO

Berita Sebelumnya
Integrasi Sawit-Sapi Didorong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kalsel

Integrasi Sawit-Sapi Didorong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kalsel

Integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi dinilai memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Selatan. Pengembangan pola tersebut menjadi salah satu perhatian Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan saat melakukan kunjungan kerja ke PT Astra Agro Lestari Tbk, Jumat (11/9/2026).

14 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *