KONSULTASI
Logo

Biodiesel Makin Agresif, Kebutuhan CPO Domestik Bisa Tembus 35 Juta Ton

11 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Biodiesel Makin Agresif, Kebutuhan CPO Domestik Bisa Tembus 35 Juta Ton

sawitsetara.co - JAKARTA - Kebutuhan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam negeri berpotensi melonjak seiring peningkatan penggunaan biodiesel. Ekspansi mandatori biodiesel membuat sektor energi menjadi konsumen baru dengan kebutuhan bahan baku yang terus membesar.

Di sisi lain, sektor pangan tetap menjadi pengguna utama CPO domestik. Mengutip laman Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), kebutuhan CPO untuk pangan mencapai sekitar 10 juta ton. Industri oleokimia menyerap sekitar 2,3 juta ton.

Kebutuhan tersebut akan bertambah ketika implementasi biodiesel diperluas. Pada skema B50, kebutuhan sawit untuk sektor energi dan pangan diperkirakan mencapai sekitar 29 juta ton. Jika campuran biodiesel ditingkatkan menjadi B60, konsumsi CPO domestik diproyeksikan mencapai sekitar 35 juta ton.

B50 diperkirakan membutuhkan 16-17 juta ton CPO per tahun. Sementara itu, kebutuhan CPO untuk B60 diproyeksikan mencapai 22-23 juta ton per tahun. Dengan demikian, sektor energi berpotensi menjadi salah satu konsumen terbesar minyak sawit Indonesia.

apkasindo

Perluasan penggunaan biodiesel merupakan bagian dari strategi pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan penggunaan energi dengan emisi yang lebih rendah.

Namun, peningkatan serapan CPO di dalam negeri membawa konsekuensi terhadap neraca pasokan. Kenaikan kebutuhan energi harus diimbangi dengan ketersediaan bahan baku bagi pangan, industri hilir, dan ekspor. Jika pertumbuhan produksi tidak mampu mengejar konsumsi domestik, volume minyak sawit yang tersedia untuk pasar ekspor berpotensi menyusut.

Pemerintah kini masih mempersiapkan penerapan penuh B50 sebelum beralih menuju B60. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menargetkan B50 berlaku penuh mulai Oktober 2026.

Hingga akhir Agustus 2026, realisasi program B50 disebut telah mencapai sekitar 80 persen secara nasional. Pemerintah juga masih melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kesiapan badan usaha dalam menjalankan program tersebut.

Sejumlah estimasi industri dan perhitungan Kementerian ESDM menempatkan kebutuhan CPO untuk B50 pada kisaran 15,2-18,7 juta ton per tahun. Volume tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 19 juta kiloliter fatty acid methyl ester atau FAME.

apkasindo

Besarnya kebutuhan bahan baku membuat produktivitas kebun menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan pasokan. Peningkatan produksi perlu dilakukan tanpa bergantung pada pembukaan lahan baru.

Upaya tersebut dapat ditempuh melalui peremajaan tanaman, perbaikan praktik budidaya, penggunaan material tanaman berproduktivitas tinggi, serta percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR. Produktivitas kebun petani menjadi salah satu penentu kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan CPO yang terus meningkat.

Ekspansi biodiesel pada akhirnya tidak hanya menjadi persoalan sektor energi. Kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan ketersediaan minyak sawit untuk pangan, industri hilir, dan pasar ekspor.

Karena itu, kesiapan pasokan perlu dievaluasi seiring peningkatan mandatori biodiesel. Koordinasi pemerintah, pelaku industri, dan petani dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan konsumsi domestik, kebutuhan energi, ekspor, serta keberlanjutan industri sawit Indonesia.

Tags:

CPOB50

Berita Sebelumnya
Petani dan UMKM Sebagai Aktor Penggerak Ekonomi di Balik Industri Sawit Nasional

Petani dan UMKM Sebagai Aktor Penggerak Ekonomi di Balik Industri Sawit Nasional

Masyarakat awam masih sering mempersepsikan industri sawit hanya milik korporasi besar dengan modal investasi yang besar. Hamparan kebun sawit yang luas, pabrik-pabrik pengolahan berskala besar, dan aktivitas perdagangan sawit bernilai tinggi, semakin menguatkan opini publik terhadap industri sawit sebagai industri yang eksklusif.

10 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *