KONSULTASI
Logo

GAPKI Kalteng Optimistis Industri Sawit Tetap Menarik dan Tahan Banting Menyongsong 2026

31 Desember 2025
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
GAPKI Kalteng Optimistis Industri Sawit Tetap Menarik dan Tahan Banting Menyongsong 2026
HOT NEWS

sawitsetara.co - PALANGKA RAYA — Sektor kelapa sawit di Kalimantan Tengah diperkirakan akan tetap menjadi komoditas unggulan ekonomi lokal dan nasional pada tahun 2026, meskipun menghadapi tantangan pasar dan lingkungan.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, yang menegaskan optimisme pelaku industri terhadap masa depan sawit.

Menurut Rawing, keberadaan kelapa sawit telah terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, terutama dalam menyerap tenaga kerja dan menopang mata pencaharian masyarakat petani serta pekerja perkebunan.

Sawit Setara Default Ad Banner

Komoditas ini dipandang masih memiliki daya tarik pasar dan peluang pertumbuhan, terutama jika didukung kebijakan yang tepat dan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.

“Kelapa sawit tetap menjadi salah satu komoditas strategis yang prospeknya masih cerah menuju tahun 2026,” ujar Rawing, Selasa (30/12/2025), seperti dikutip BorneoNews.

Dukungan tersebut tidak hanya berakar pada peran sawit sebagai komoditas ekspor utama Indonesia, tetapi juga sebagai salah satu penyokong utama kegiatan ekonomi di wilayah pedesaan.

Keberlanjutan pasar domestik dan internasional, termasuk permintaan minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, menjadi faktor yang terus dipantau dan diupayakan oleh pelaku industri.

Sawit Setara Default Ad Banner

Meski demikian, GAPKI Kalteng juga mengakui bahwa berbagai tantangan tetap harus dihadapi, termasuk fluktuasi harga CPO global dan isu-isu keberlanjutan lingkungan yang kini semakin mendapat sorotan internasional.

Rawing menilai bahwa solusi jangka panjang harus melibatkan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas produksi sekaligus memenuhi standar keberlanjutan yang terus berkembang.

Para pelaku industri di Kalteng berharap bahwa strategi penguatan hubungan kemitraan, perbaikan praktik produksi, dan dukungan kebijakan yang responsif dapat membantu menjaga daya saing sawit Indonesia di pasar global, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.


Berita Sebelumnya
Kebijakan B50 Harus Dievaluasi Secara Komprehensif

Kebijakan B50 Harus Dievaluasi Secara Komprehensif

Kebutuhan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk program biodiesel 50 persen (B50) yang mulai berlaku tahun depan diperkirakan akan memerlukan tambahan sekitar 5 juta ton. Kendati kebutuhan minyak sawit untuk program biodiesel sudah cukup besar pada tahun 2025 ini.

30 Desember 2025Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *